5 HAL TRIK SANTRI KELABUI PENGURUS

""

PORTALARJUNAJATIM.- Bangun malam merupakan salah satu kegiatan wajib di sebagian besar pesantren Indonesia. Saat bangun malam, kegiatan santri pun berbeda-beda. Ada yang istigasah atau doa bersama, salat hajat atau salat tahajud. Pelaksanaannya ada yang secara berjamaah, ada pula yang dilakukan sendiri-sendiri. Tergantung kebijakan pengurus (santri senior–red.) atau ustaz agar semua santri turut serta.

Karena memang acara itu dilakukan pada jam-jam tidur, tak sedikit santri yang mengelabui pengurus dan tidak ikut kegiatan. Memang santri itu tak seluruhnya tekun, taat, rajin, dan penurut. Ada sebagian kecil yang nakal, cerdik dan cerdas dalam menghindari kejaran pengurus.

Setidaknya ada lima cara unik santri mengelabui pengurus yang menggiring para santri agar segera melaksanakan kegiatan mujahadah malam. Trik-trik ini biasa digunakan santri bila kegiatan tersebut terjadi pada tengah malam setelah santri tidur sehingga mereka harus dibangunkan. Kondisi kantuk berat ternyata tak mengurangi akal mereka untuk menghindari kegiatan.

1. Sembunyi di WC

Sangat wajar kalau saat bangun yang dituju pertama adalah kamar mandi dan tempat wudu. Biasanya tempat wudu berdekatan dengan WC. Nah, santri yang nakal ini akan masuk ke ruang toilet dan berdiam diri lama sekali.

Pengurus yang memantau santri tak akan telaten menunggu orang buang hajat. Si santri baru akan keluar dengan wajah tanpa dosa saat kegiatan telah usai.

2. Kamuflase Pakaian Salat

Begitu mendengar pengurus ramai membangunkan para santri, si pelaku kamuflase ini segera menata sajadahnya menghadap kiblat. Ia juga segera mengenakan pakaian salat. Ia segera tidur lagi dengan posisi sedemikian rupa seperti orang tertidur baru usai salat.

Sekilas, orang akan menyangka kalau santri tersebut telah melaksanakan salat hajat atau tahajud. Ini dilakukan apabila kegiatan itu dilaksanakan sendiri-sendiri.

3. Tidur di Jemuran

Untuk menghindari kejaran pengurus, ada santri yang rela tidur di lokasi jemuran baju, loh. Ketika terbangun suara ramai pengurus, santri unik ini segera beranjak dengan peralatan tidur menuju jemuran. Lanjutkan tidur.

Biasanya, ketika membangunkan para santri, pengurus pesantren menggunakan alat-alat seperti ember, kaleng, dsb. Maklum, santri yang cukup banyak tidak mungkin dibangunkan satu persatu. Belum lagi ada santri yang tidurnya kebluk (susah dibangunkan). Namun, kala mata sudah mengantuk, di manapun badan tergeletak, tidur pun terasa nyaman.

4. Pura-pura Sakit

Santri yang sakit di asrama biasanya akan menyandingkan sebotol air minum di samping tempatnya tidur. Kadang, untuk mengelabui, santri yang ogah kegiatan malam segera menata tempatnya tidur.

Ia meletakkan sebotol air, kalau perlu sekaleng susu dan sebungkus roti tawar di atasnya. Lengkap sudah penyamaran ini. Nanti kalau ada pengurus masuk ke bilik, ia cukup berdiam diri dan pasang wajah memelas dalam balutan selimut. Si petugas segera berlalu karena tak tega membangunkan santri yang sedang sakit. Padahal itu hanya pura-pura sakit.

5. Tidur di Kantor Organisasi

Ada juga, lho, santri yang sok aktivis. Mereka menyibukkan diri mengerjakan tugas organisasi hingga meninggalkan kegiatan mujahadah malam.

Apalagi kalau organisasi santri itu sudah mendapat fasilitas kantor sendiri. Terkadang mereka pun tidur di kantor. Lembur gayanya. Pengurus yang oprak-oprak bisa sungkan kalau harus mengetuk pintu atau masuk ke kantor-kantor organisasi.

SUMBER; www.datdut.com

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.