Mendaki Arjuna Lewat Purwosari Pasuruan

""

 

jk

Sumber: google

PortalArjunaJatim. Jika Anda ingin mengetahui situs-situs sejarah peninggalan kerajaan Majapahit maka pilihlah Jalur Purwosari. Misteri Gunung Arjuno yang terkenal angker itu bisa ditemui via jalur Purwosari ini. Di sepanjang jalur Purwosari menuju puncak Gunung Arjuno, pendaki akan menemukan arca dan candi-candi bersejarah. Pos perijinan berada di Desa Tambak Watu. Dari pasar Purwosari kita bisa naik ojek dengan jarak tempuh 1 jam.

Di awal perjalanan kita akan menjumpai perkebunan kopi dan hutan pinus. Semakin keatas suasana mistis akan semakin terasa. Setelah itu kita akan sampai di Goa Antaboga yang berada di bawah tebing dengan kedalaman 1,5 m. Di depan goa terdapat pondokan yang biasa dijadiakan tempat beristirahat oleh para peziarah. Jarak tempuh dari Desa Tambak Watu menuju Goa Antaboga kurang lebih 1 jam.

Dari Goa Antaboga langsung menuju Petilasan Eyang Abiyasa, kita akan melewati jalur setapak dari semen yang di kanan-kirinya dijumpai taman-taman yang tertata dengan rapi dan bersih. Salah satu kolam yang cukup populer di kalangan peziarah adalah kolam Dewi Kunti, yang konon menurut cerita jika kita meminum air kolam tersebut dapat membersihkan jiwa-jiwa kita yang kotor dan akan selalu ingat Yang Maha Kuasa. Di sekitar Petilasan Eyang Abiyasa, juga terdapat petilasan lainnya yaitu Petilasan Eyang Sekutrem. Petilasan yang satu ini terlihat cukup angker dan menyeramkan karena dikelilingi oleh pepohonan besar. Petilasan Eyang Sekutrem berupa ruangan dengan lebar 2 x 2,5 meter dan tertutup tembok. Didalamnya terdapat sebuah patung arca dengan tinggi 70 cm. Di sekitar petilasan banyak terdapat dupa yang menebar bau harum dan tentunya menambah suasasa keangkerannya.

Petilasan Eyang Abiyasa menuju Petilasan Eyang Sakri, kurang lebih memakan waktu tempuh 10 menit. Petilasan Eyang Sakri berupa cungkup yang terbuat dari kayu dan tertutup rapat. Didalam ada sebuah kuburan yang membujur ke arah utara selatan.

Petilasan Eyang Sakri menuju Petilasan Eyang Semar, memakan waktu 1,5 jam perjalanan. Petilasan yang satu ini terkenal paling angker jika dibandingkan dengan petilasan yang lainnya. Saran untuk pendaki, hindari menginap di tempat ini meskipun di sekitar petilasan terdapat sebuah pondokan yang sengaja dibangun oleh para peziarah.

Petilasan Eyang Semar menuju Petilasan Wahyu Makutarama, waktu tempuh 30 menit. Petilasan ini berupa bangunan batu yang didalamnya terdapat sepasang mahkota raja peninggalan jaman dahulu.

Petilasan Wahyu Makutarama menuju Puncak Sepilar, waktu tempuh 20 menit. Di sebelah kanan Puncak Sepilar terdapat ada sebuah bangunan yaitu Candi Wesi. Di candi terdapat 3 buah patung Pandawa. Dulunya berjumlah 5 buah, tapi arca Nakula dan Sadewa telah dicuri oleh tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab. Di sini juga terdapat sumber mata air yang bernama Sendang Drajat.

Puncak Sepilar menuju Candi Manunggale Suci, dengan jarak tempuh 3 jam. Candi ini hanya berupa pondasi batu yang tersusun dengan rapi dan diatasnya ada batu marmer yang bertuliskan “Sura Dira Jaya Diningrat Lebur Dining Pangastuti” (kejahatan pasti kalah dengan kebaikan) dan tertanda sebuah nama dibawah tulisan tersebut Maha Resi Agung Prawira Harjana.

Candi Manunggale Suci menuju Puncak Arjuno, 5 jam perjalanan. Puncak Gunung Arjuno banyak berserakan bebatuan besar dan di sebelah utaranya merupakan jurang curam. Di arah baratnya terdapat puncak Gunung Welirang dengan kepulan asap belerangnya. Di sebelah barat laut terdapat puncak Gunung Penanggungan yang mengerucut sempurna menyerupai puncak Gunung Semeru.

Desa Tambak Watu – Goa Antaboga – Petilasan Eyang Abiyasa – Petilasan Eyang Sakri – Petilasan Eyang Semar – Petilasan Wahyu Makutarama – Puncak Sepilar – Candi Manunggale Suci – Puncak Gunung Arjuno

Sumber:www.naturalsunrisetour.com

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.