Profesi ‘Pak Ogah’, Pengatur Jalan Tak Resmi dengan Penghasilaan Ratusan Ribu Rupiah

""

PortalArjuna.Net-Sengonagung, Profesi ini sering kita temui di persimpangan jalan yang cukup ramai dilalui kendaraan. Dengan berbekalkan benderah merah dan peluit, para pelaku pekerjaan ini biasa disebut ‘Pak Ogah’.

Kenapa disebut Pak Ogah? Jawabannya masih berhubungan dengan tontonan anak-anak tempo dulu yaitu “Si Unyil”.
Dalam acara tersebut Pak Ogah digambarkan sebagai laki-laki paruh baya yang selalu meminta bayaran ketika melakukan sesuatu dengan berkata “bagi cepek dulu dong.”

Dari situlah istilah Pak Ogah kemudian dipakai untuk para pengatur jalan tak resmi yang selalu menerima bayaran dari para pengendara yang sudah dibantunya.
Banyak sekali faktor yang membuat orang-orang memilih profesi menjadi Pak Ogah, alasan yang paling sering ditemui adalah karena PHK dari tempat kerja mereka yang dulu.

“Saya dulu kerja di pabrik terus kena PHK bingung mau kerja apa, nggak kerja ya nggak makan. Makanya Saya alih profesi sebagai orang yang menyeberangkan jalan sambil nunggu dapat pekerjaan yang layak,” Ujar Pak Andik (40), salah satu Pak Ogah di Perempatan jalan Sengonagung-Purwosari.

Di perempatan Sengonagung-Purwosari yang merupakan jalan ramai yang sering dilalui banyak kendaraan baik kecil maupun besar. Tentu keberadaan Pak Ogah dibutuhkan untuk mengatur laju kendaraan dari segala arah.

Apalagi di Indonesia banyaknya jumlah kendaraan, tidak diimbangi dengan banyaknya pengendara yang sadar peraturan berlalu lintas.

Biasanya para pengendara yang sudah dibantu menyeberang jalan akan memberikan uang sebesar Rp500-Rp10.000.
Meskipun upah yang didapat tidak seberapa, namun dengan banyaknya kendaran yang melintas di persimpangan tersebut tentu pendapatan yang terkumpul juga termasuk lumayan.

“Biasanya kalau sehari dapat Rp100 ribu-Rp140 ribu, tapi ini rolling (bergantian) 3 jam sekali sama teman-teman. Alhamdulillah yah, dari pada nggak kerja sama sekali,” kata Pak Andik menambahkan.

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.