Pasuruan, Jawa Timur
Jumat, 12 Juli 2024

Mengulik Tradisi “Riyoyo Kupat”, Tradisi Seminggu Setelah Hari Raya Idul Fitri

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

PortalArjuna.Net- Riyoyo Kupat atau dalam Bahasa Indonesia Lebaran ketupat adalah salah satu tradisi yang dilaksanakan seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini biasanya dilakukan oleh sebagian besar masyarakat muslim di Indonesia, khususnya di pulau Jawa.

Menurut tradisi jawa, lebaran ketupat dilaksanakan pada tanggal 8 Syawal atau biasanya seminggu setelah hari raya Idul Fitri.

Tradisi ini dalam masyarakat Jawa memiliki banyak sebutan nama yang beragam. Seperti halnya di Mojokerto, Jawa Timur biasa disebut dengan “Riyoyo Kupat” atau biasa dikenal dengan “Hari Raya Ketupat”.

Ketupat merupakan makanan yang berbahan beras yang dibungkus dengan anyaman daun kelapa (janur kuning). Meski terlihat sederhana, namun ketupat memiliki makna yang menarik. Dalam bahasa jawa, ketupat memiliki arti “ngaku lepat” atau diartikan sebagai “mengaku bersalah”, Artinya sebagai seorang muslim, di hari raya Idul Fitri harus mengakui kesalahan dan saling memaafkan satu sama lain.

Perlu diketahui, biasanya ketupat dihidangkan dengan opor ayam sebagai pendampingnya. Ketupat dan opor ayam ini nanti akan dibagikan kepada tetangga, namun ada juga yang dibawa ke Musholla atau Masjid untuk didoakan bersama masyarakat sekitar.

“Tradisi Riyoyo Kupat (lebaran ketupat) ini sebagai salah satu cara kita untuk mengingat Allah atas semua kesalahan yang telah kita lakukan, dan juga untuk memanjatkan doa dan syukur kepada Allah SWT”, ujar Saroh, salah satu masyarakat Mojokerto.
(CS)

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Related News

Tulisan Terakhir

Advertorial