Ini….. Masih Tentang AKU

""

DSCN3215Portalarjuna.c0m-Kurang lebih dua dekade yang lalu,  aku dilahirkan ke dunia. Dari seorang ibu, aku diberi nama Muslim, tepatnya hari Sabtu tanggal 10 Oktober 1994. Di sebuah desa terpencil di daerah Pasrepan Pasuruan. Teman-teman memangilku dengan sebutan yang sangat singkat yaitu “mus” atau “lim” ada pula yang memanggilku “slim”. Bukan Cuma itu semenjak aku terpilih menjadi ketua di salah satu organisasi sekolah teman sekelasku ada yang memangilku “BAPAK”.

Aku adalah anak kedua dari pasangan Solikin dan Rukayah. Sejak kecil, aku kurang merasakan kasih sayang dari seorang ayah, karna beliau sudah dipanggil oleh yang Maha Kuasa, ayahku meninggal karna kecelakan waktu kami mengelolah ladang, beliau jatuh dari batu yang secara rasio kejadian itu tak akan sampai menjemput nyawanya, karna jatuhnya tidak terlalu tinggi. Tapi itu sudah takdir Allah yang tak bisa di rubah. Sebelum beliau pergi untuk selamanya,  beliau sempat menyekolah kan aku yang masih belia. Aku dikenalkan pada dunia pendidikan olehnya, lansung pada jenjang  sekolah dasar, tanpa harus mengikuti sekolah taman kanak-kanak terlebih dulu, seperti anak-anak pada umumnya, karna memang waktu itu di dasaku belum berdiri yang namanya sekolah TK. yang ada cuma sekolahku SDN Petung 1,MI,MADIN dan ada SMP namun ini bukan sekolah SMP dengan yang sudah umum, melainkan ini merupakan  Sekolah Kejar Paket B. Kami menyebutnya dengan sekolah menengah pertama terbuka (SMP TKB).yang  serba kekurangan baik sarana dan prasarana, maupun proses belajar yang kurang efektif  yang tidak mencapai KKM pada umumnya, aku dan teman teman hanya bisa sekolah pada hari senin sore dan setelah sholat jumat, satu minggu hanya dua kali pertemuan itupun kalau ada guru kalau tidak aku hanya bisa membuka-buka buku yang tidak tahu apa maksudnya yang hanya menambah binggung pikiran,dan ada juga sebagian teman teman yang bermain bola. kami hanya bisa mengandalkan waktu itu saja tidak bisa mengunakan waktu yang lain, sebab, aktifitas harianku adalah mencari rumput dan mengembala kambing di ladang maupun di pinggir-pinggir sawah.  sudah menjadi tradisi tahunan di desaku setelah lulus SD tak jarang yang tidak melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi, meskipun begitu aku berusaha untuk bisa tetap bersekolah, karna aku ingin sekali mengapai mimpi-mimpiku dan melengkapi kekurangan kekuranganku semasa sekolah tingkat dasar.

Semasa SD sejak kelas satu sampai kelas tiga aku masih tak berdaya apa-apa aku masih belum bisa menulis,membaca dengan sempurna apalagi dengan yang namanya menghitung, maklum kla itu aku masih dalam kehidupan primitif, tetapi sejak menginjak di kelas empat Allah menunjukan kebesaranya pada anak primitif ini. Aku di beri anugerah peningkatan skil sehingga  bisa membaca teliti, mulai menulis dengan rapi,dan mengitung dengan sedikit ketepatan. dari sinilah namaku mulai sedikit menonjol dikalangan kelas kususnya guru-guru yang mengajar di kelas dan teman-teman yang pernah meremekan anak primitif ini.

Waktu di kelas lima prestasiku semakin meningkat, aku dipercaya sebagai anak terpandai ke 3 dari 24 temanku. mungkin di sinilah masa-masa yang mengesankan dalam  perjalanan hidupku, dan sebagai motivasi untuk terus progres semangat belajar dalam menggapai angan benakku. kelas lima merupakan ruang penuh kisah karna aku pernah di kirim untuk mewakili sekolah mengikuti lomba MIPA tingkat  kecamatan. meskipun aku belum beruntung atau tidak bisa membawah pulang gelar juara, selain itu aku juga di kirim ke bangil untuk mengikuti POR SD se kabupaten pasuruan ini terjadi di tahun 2004. padahal aku yang paling benci dengan pelajaran olahraga aku masih di percaya dan delegasikan untuk mengikuti pelatihan senam selama kurang lebih sepekan. Dan tak kusangka setelah menghadapi rintangan waktu ujian semester 2 nama ku di sebut  dalam urutan anak terpandai dikelas, prestasiku semakin meningkat aku memperoleh rangking ke2 naik satu peringkat dari semester pertama yang mendapat rangking ke3.

Kini aku di kelas enam saat nya aku kerja keras (belajar tekun dan sungguh-sungguh) untuk menyiapkan pelajaran yang releven dengan  UNAS yaitu mata pelajaran Ipa, Matematuka dan Bahasa Indonesia, singkat cerita dikelas enam aku di didik oleh bapak suparno yang biasanya saya dan teman-teman memengil beliau dengan sebutan pak parno, beliau adalah guru yang banyak di segani anak-anak SDku karna di samping dia mengajar di dalam kelas beliau juga mengajar di lapangan yaitu sebagai guru Olahraga, dan yang tak kalah seru dengan itu guru dari malang ini juga menjadi pembina pramuka. alhamdulilah tak kalah saat  kelas lima aku yang sudah ada dipuncak kelas tinggkat SD ini pada semester awal tergores tinta hitam dalam rapotku kata-kata “Pertahankan prestasimu”  aku mendapat rangking yang sama pada saat kelas lima semester akhir, dan yang tak mungkin kan  terlupakan yaitu moment terbaik saat wisuda namaku di sebut lagi sebagai anak didik terbaik se SDN Petung 1 tahun ajaran 2005-2006.

Aku telah usai manjalani pendidikan pertamaku karna aku lan,gsung sekolah dasar betapa senang nya hati semua anak bilang betapa enaknya lulus dari sekolah tersebut tetapi bagiku itu tidak,  karna aku ingin menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi namun apa dayaku, dalam hati aku ingin seperti teman-teman ku yang melanjutkan sekolah di lingkungan pesantren tapi hal itu imposible ku jalani karna orang tuaku bilang belum ada biaya untuk menyekolahkan ku karna mas ku masih berada dalam proses pendidikan seperti yang ku harapkan  yaitu mondok sambil menuntut ilmu formal.

Tapi alhamdulilah meskipun hal itu tidak dapat terlaksana aku masih punya kesempatan dan harapan untuk sekolah lanjutan tingakat pertama yaitu di SMP TKB di desaku sebagai mana kisah ku di atas. Berjalan hampir dua tahun aku begitu, sekolah hanya satu jam setiap pertemuan sekolah hanya 2 jam satu minggu, itu pun kalau adayang mengajar kadang kami hanya melihat saja tempatnya saja, kami merasa sangat dan sangat perihatin terhadap diri sendiri dan teman-teman senasib dan seperjuangan. Selama itu pula aku memanjatkan isi hati kepada yang maha kuasa agar  bisa beraktivitas seperti apa yang ku harapkan.

Syukur penuh ku panjatkan di tahun 2008 doa ku di kabulkan oleh yang maha pengasih dan penyayang aku dapat mondok belajar ilmu keagamaan dan di imbangi dengan ilmu sebagai bahan persiapan hidupku di dunia ini yaitu ilmu dunia formal. Dan sampai sekarang aku masih dalam proses pendidikan tersebut. Aku yang semestinya di tahun 2008 tercatat sebagai siswa SLTP di kelas Sembilan  tetapi itu tidak, namaku masih tercantum di suatu lembaga madsasah swasta sebagai anak didik kelas kelas tujuh atau kelas awal di sekolah lanjutan tingkat pertama. Meskipun begitu aku harus tetap progres demi cita-citaku kelak tercapai, aku berharap penuh impianki itu akan tergapai karna berapa tak sedikit biaya yang telah di keluarkan oleh orang tua demi sang buah hatinya dan juga oleh tenaga pikiranku yang mana siang tak kenal lelah malam tak kenal ngantuk. sebenarnya aku merasa malu kepada teman-teman dan diriku sendiri karna yang semestinya aku sudah duduk di bangku sekolah SLTA absensiku masih terekap di jenjang  SLTP.

Aku menuntut ilmu tempat nya di yayasan darut taqwa yang mana ini adalah yayasan terbaik dan terlengkap  yang ku ketahui karna di dalamaya ada berbagai macam bidang baik dari formal, non formal dan yang jarang di temui  pada  yayasan yang lain yaitu in formal (bimbingan tasawuf). Di yayasan yang terletak di desa sengonagung –purwosari-pasuruan ini aku menjalani hari demi hari bersama teman-temanku.  Aku di asuh oleh seorang kyai yang sudah tingkat internasional namanya di kenal dimana -mana terbukti dengan adanya tamu-tamu yang berkunjung kepada beliau yang bersal dari Negara –negara  asing seperti malasyia, Thailand, jerman dll. Aku bermukim di pondok pesantren yang namanya sangat unik  untuk di dengar yaitu Pondok Pesantren Ngalah. Disinilah aku didik segala bidang keilmuan dari masalah duniawiyah sampai ukrhowiyah.

Dalam bidang non formal alhamdulilah aku telah sedikit demi sedikit mampu memahami apa yang telah di ajarkan di  Madrasah Diniyah (Madin) di sini sangat banyak sekali yang ku alami baik duka maupun suka, dari yang tidur hinggah yang ketiduran dan lain-lain yang tak dapat lagi ku sebutkan satu persatu sangking banyaknya, apalagi saat aku mengikuti program Amtsilati  yaitu metode yang di temukan atau di jetus di daerah jepara jawa tengah oleh KH TAUFIQUL HAKIM yang mana di darut taqwa amtsilati ini wajib di ikuti oleh santri atau siswa-siswi Madin kelas dua, setelah satu tahun lamanya aku telah selesai mempelajarinya dan akhirnya di tahun 2010 aku dapat  di khotam dan resmi menjadi santri lulusan amtsilati, santri yang  lulusan amtsilati ini sangat di istimewahkan salah satunya yaitu setelah lulus dari program tersebut  santri tersebut di anggap telah cakap, mampu, paham dan mengerti tanpa harus duduk di bangku kelas selanjutnya, melainkan di angkat langsung ke kelas lima yang semestiny masih kenaikan ke kelas tiga. Dan lagi-lagi  syukurlah yang patut ku ucap atas kesuksesan tersebut.

Dalam dunia Formal kini aku telah menginjak di bangku sekolah lanjutan tingkat atas SLTA meskipun aku terlambat dua tahun namun bagiku tiada kata terlambat untuk menuntut dan mencari yang namanya ilmu. sebenarnya banyak sekali kisahku saat SLTP yaitu di Madrasah Tsanawiyah Darut Taqwa 02, seperti saat masa orientasi siswa , waktu  berorganisasi, ketika ada event-event,belum lagi saat menjadi paskibraka,lbb Dll. di sini aku mengikuti suatu kegiatan extra kulikurer yang telahku tekuni sejak SD yaitu Praja Muda Karana atau di singkat dengan PRAMUKA pada organisasi yang di pelopori oleh Lord Robert Steven Soon Smith Boden Powell Of Giwel inilah aku dan teman-teman banyak berkarya dan ber kreasi baik di intern lembaga maupun di eksternal saat ada lomba-lomba.

Sampai sekarangpun aku masih axis pada organisasi tersebut, bahkan pada bulan juli kemarin selama sepekan aku dan seorang teman sekolahku dipilih sebagai duta kontingen Kabupaten Pasuruan oleh Kementerian Agama Kab Pasuruan, dalam event Tingkat Nasional yaitu Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN), yang bertempat di Bumi Perkemahan Raja Ali Kelana Kota Batam Kepulauan Riau. Pada acara yang di galang oleh Direktorat Pendidikan Pondok Pesantren Dan Madrasah Diniyah yang bekerja sama dengan Pramuka Dewan Kerja Nasional (DKN), ini banyak hal dan berjuta pengalaman yang ku peroleh, bisa dikatakan ini adalah event serba perdana dalam hidupku faktanya, mulai dari naik pesawat terbang, nonton konser Band Ungu, memakai kostum adat daerah, dan aku merupakan satu-satunya dari kurang lebih setengah juta peserta PPSN kontingen Jawa Timur yang berjabah tangan langsung dengan ketua DKD jatim yang sekaligus menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur. Dan yang lebih banggha dan penuh kesan adalah bisa berkumpul dan berdiskusi, seresehan bersama pemuda-pemudi, santriwan-santriwati se-Indonesia.

Inilah aku yang sekarang duduk di bangku kelas sepuluh tepatnya di kelas XI BAHASA 2 di sekolah yang masih berada di lingkungan pesantren tempat di mana aku dan jutaan santri yang lain berjuang untuk mengurangi kebodohan dan menambah wawasan intelektual, emosional dan lebih-lebih bidang spiritual, sebagai bekal hidup di masa depan.  ( 5 NOVEMBER 2012)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.