analisis cyber media

""

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Dalam masyarakat modern, media massa mempunyai peran yang signifikan sebagai bagian dari kehidupan  manusia sehari-hari.  Hampir pada setiap aspek kegiatan manusia, baik yang dilakukan secara pribadi maupun bersama-sama selalu mempunyai hubungan dengan aktivitas komunikasi massa. Selain itu, animo individu atau masyarakat yang tinggi terhadap program komunikasi melalui media massa seperti surat kabar, majalah, radio, televisi,  film dan internet menjadikan setiap saat individu atau masyarakat tidak terlepas dari terpaan atau menerpakan diri terhadap media massa.

Media telah menjadi sumber dominan bukan saja bagi individu untuk memperoleh gambaran dan citra realitas sosial, tetapi juga bagi masyarakat dan kelompok secara kolektif; media menyuguhkan nilai-nilai dan penilaian normative yang dibaurkan dengan berita dan hiburan.

Sebagian besar penduduk Indonesia yang hidup di kota besar sudah masuk ke dalam masyarakat komunikasi massa karena  hampir di setiap rumah  kita temui televisi, radio, surat kabar, majalah sarana internet. Media-media tersebut telah menjadi sumber utama bagi masyarakat untuk mencari hiburan dan informasi. Bahkan fenomena-fenomena yang up-date kita bisa akses dengan relative cepat dan singkat. Seperti pada minggu-minggu ini yang masih hangat menjadi bahasan media massa yakni Jatuhnya Pesawat Air Asia Qz8501 di perairan Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Sorotan public terhadap tragedy ini memang cukup besar, bahkan masyarakat awampun tak ingin ketinggalan dengan berita-berita terkait, sehingga diwarung, kantin, sekolah, tempat kerja, angkutan pasar dll, tak luput dari pembicaraan berbau pesawat Air Asia, yang sudah tentu mayoritas dari mereka merupakan konsumen media massa.

Oleh sebab itu penulis mencoba untuk menganalisis fenomena komunikasi media massa khususnya media elektronik dan cyber media terkait Jatuhnya Pesawat AirAsia QZ8501 dengan menggunakan model komunikasi Harlod D. Laswell dan Wilbur Scrham.

Sebelum masuk pada inti pembahasan, kita harus memahami terlebih dahulu terkait Bagaimana model komunikasi Harlod D. Laswell?. Bagaimana bentuk model komunikasi Wilbur Scrham? Serta media massa apa yang dijadikan objek kajian?

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Media Massa yang dijadikan objek kajian
  2. Media Elektronik (Televisi)

Breaking News Metro TV, download sumber you tube.com

  1. Cyber Media

Merdeka.com,. Liputan 6.com

Analisis BMKG Soal Jatuhnya AirAsia QZ8501

By Rizki Gunawan on Jan 07, 2015 at 06:47 WIB diakses 10.01.2015

 

Liputan6.com, Jakarta – Pencarian penumpang dan puing pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 terus dilakukan. Sejauh ini, 39 jasad penumpang telah ditemukan, dari 162 orang yang berada di pesawat. Sejumlah objek penting juga ditemukan, termasuk satu set kursi penumpang.

Penyebab jatuhnya pesawat belum diketahui secara pasti. Hal itu baru benar-benar dipastikan setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menganalisis black box atau kotak hitam yang terdiri dari cockpit voice recorders (CVR) atau percakapan di kokpit dan flight data recorder (FRD) atau rekaman data penerbangan.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan analisis mendalam soal jatuhnya AirAsia QZ8501. Menurut BMKG, berdasarkan data meteorologis yang tersedia di lokasi terakhir pesawat, cuaca adalah faktor pemicu jatuhnya QZ8501.

“Fenomena cuaca yang paling memungkinkan adalah terjadinya icing yang dapat menyebabkan mesin pesawat mengalami kerusakan karena pendinginan,” demikian penjelasan dalam analisis yang dilakukan Kepala Penelitian dan Pengambangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Prof Edvin Aldrian, dan timnya yakni Ferdika Amsal, Jose Rizal, dan Kadarsah, seperti Liputan6.com kutip dari situs Bmkg.go.id, Rabu (7/1/2015).

Namun ditegaskan BMKG bahwa, “hal ini hanyalah salah satu analisis kemungkinan yang terjadi berdasarkan data meteorologis yang ada, dan bukan merupakan keputusan akhir tentang penyebab terjadinya insiden tersebut.”

Dijelaskan bahwa analisis BMKG tersebut dilakukan dengan menggunakan peta pada situs web server SSEC RealEarth, dengan menggabungkan antara peta regional dan MTSAT-2 10,8 um IR (Infra Red) pada pukul 23.00 UTC atau 06.00 WIB. Citra satelit menunjukkan bahwa ada kelompok awan-awan konvektif pada jalur penerbangan yang dilewati.

“Saat kejadian citra satelit IR mengungkapkan bahwa suhu puncak awan mencapai -80º s/d -85ºC (warna violet), yang berarti terdapat butiran-butiran es di dalam awan tersebut (icing),” papar BMKG dalam penjelasan yang dirilis di situs Bmkg.go.id pada 4 Januari 2015.

Dengan menggunakan citra satelit Vis (visible), BMKG mendapatkan keterangan yang lebih jelas tentang identifikasi awan konvektif yang ada pada jalur penerbangan yang dilewati oleh Air Asia QZ 8501. Hal tersebut juga menunjukkan bukti bahwa ada beberapa puncak awan yang menjulang tinggi pada jalur penerbangan yang dilewati.

Berdasarkan data udara atas yang diperoleh dari stasiun meteorologi Pangkal Pinang, menunjukkan bahwa suhu udara pada ketinggian 32.000 kaki kala itu adalah -29.3ºC dan angin bertiup dari barat-daya dengan kecepatan 16 knot. Saat kejadian, pesawat Airbus A320-200 itu sedang berada pada Ketinggian tersebut

“Ketinggian lapisan tropopause yang diamati sekitar 100 hPa (pada ketinggian 54.265 feet atau 1.654 km), dengan suhu udara -86.5ºC mendekati suhu puncak awan yang didapat dari citra satelit IR.”

Namun demikian, menurut ahli penerbangan dari Universitas Australia New South Wales, Peter Marosszeky, pesawat Airbus A320-200 termasuk pesawat yang telah dipersenjatai teknologi anti-icing.

“Pesawat itu termasuk modern dapat menahan efek icing, ” kata Peter, seperti dimuat Telegraph. Kata dia, pesawat Airbus sebelumnya memang memiliki kelemahan tidak dapat menghadapi icing, tapi kini hal itu sudah diperbaiki.

 

Dari media massa diatas penulis akan mencoba menganalisis dengan mengunakan model komunikasi Harlod D. Laswell

 

  1. Implementasi Model Komunikasi Harlod D. Laswell

Harold D Lasswell seorang ahli politik  di amerika serikat mengemukakan suatu ungkapan yang sangat terkenal dalam teori dan penelitian komunikasi massa. Ungkapan tersebut merupakan suatu formula dalam menentukan scientific study dari suatu proses komunikasi massa dengan menjawab sejumlah pertanyaan pertanyaan sebagai berikut : Who, Says What?, In which Channel, to whom, dan with what effect?.

Dengan mengikuti formula lasswell dapat dipahami bahwa dalam proses komunikasi massa terdapat lima unsure yang disebut komponen atau unsure dalam proses komunikasi, yaitu :

  1. Who : komunikator, orang  yang menyampaikan pesan dalam proses komunikasi massa, bisa perorangan atau mewakili suatu lembaga, organisasi maupun instansi. Sumber dalam media diatas adalah
    1. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),
    2. Ahli penerbangan dari Universitas Australia New South Wales, Peter Marosszeky,
  2. Says what ?, pernyataan umum, dapat berupa suatu idea tau informasi, opini, pesan dan sikap,yang sangat erat kaitannya dengan masalah analisi pesan.
    1. Jumlah korban yang telah ditemukan 36 jasad saat itu dari 163 orang yang didalam pesawat serta objek-objek penting lainnya.
    2. penyebab jatuhnya pesawat belum dapat dipastikan sebelum Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menganalisis black box atau kotak hitam yang terdiri dari cockpit voice recorders (CVR) atau percakapan di kokpit dan flight data recorder (FRD) atau rekaman data penerbangan
    3. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan analisis mendalam soal jatuhnya AirAsia QZ8501. Menurut BMKG, berdasarkan data meteorologis yang tersedia di lokasi terakhir pesawat, cuaca adalah faktor pemicu jatuhnya QZ8501
    4. menurut ahli penerbangan dari Universitas Australia New South Wales, Peter Marosszeky, pesawat Airbus A320-200 termasuk pesawat yang telah dipersenjatai teknologi anti-icing.”Pesawat itu termasuk modern dapat menahan efek icing, ” kata Peter, seperti dimuat Telegraph. Kata dia, pesawat Airbus sebelumnya memang memiliki kelemahan tidak dapat menghadapi icing, tapi kini hal itu sudah diperbaiki
  1. In which channel?, media komunikasi atau saluran yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan komunikasi. Dalam hal ini dapat digunakan primary technique, direct communication atau indirect communication.
    1. com yang merupakan salah satu dari Media Online (Cyber Media), yaitu media massa yang dapat ditemukan melalui internet
  1. To whom ? : komunikan atau audience yang menjadi sasaran komunikasi. Kepada siapa pernyataan tersebut ditujukan, berkaitan dengan masalah penerima pesan. Dalam hal ini diperlukan analisi khalayak ( audience analysis).
    1. Konsumen setia liputan 6 SCTV yang ketinggalan tayang.
    2. Pengguna internet, sudah tentu karena tergolong cyber media
    3. Keluarga korban yang ingin mencari perkembangan informasi pencarian saudara mereka
    4. Masyarakat umum
  1. With what Effect : Hasil yang dicapai dari usaha penyampaian pernyataan umum itu pada sasaran yang dituju. Berkaitan dengan efek ini diperlukan adanya anilis efek.
    1. Masyarakat dapat mengetahui perkembangan informasi terkait jatuhnya pesawat Air Asia QZ 8501
    2. Public dapat menyimpulkan penyebab jatuhnya pesawat Air Asia QZ 8501 berdasarkan opini informasi dalam berita.
  1. Implementasi Model Komunikasi Wilbur Scrham

Menurut Wilbur Schramm, komunikasi senantiasa membutuhkan 3 unsur:

  1. Sumber (source)

Seorang individu (berbicara, menulis, menggambar, memberi isyarat) atau organisasi seperti (surat kabar, penerbit, stasiun televisi, atau studio film)

  1. Pesan (message)

Dapat berbentuk tinta pada kertas, gelombang suara di udara, impuls dalam arus listrik, lambaian tangan, bendera di udara, atau setiap tanda yang dapat ditafsirkan.

  1. Sasaran (destination)

Seorang individu yang mendengarkan, menonton atau membaca; atau anggota suatu kelompok, seperti diskusi, khalayak pendengar ceramah, kumpulanpenonton sepakbola, atau anggota khalayak media masaa.

Schramm berpendapat, meskipun dalam komunikasi lewat radio atau telepon enkoder dapat berupa mikrofon dan dekoder adalah earphone, dalam komunikasi manusia, sumber dan enkoderadalah satu orang, sedangkan dekoder dan sasaran adalah seorang lainnya, dan sinyalnya adalah bahasa. Untuk menuntaskan suatu tindakan komunikasi (communication act), suatu pesan harus disandi-balik.

Sumber dapat menyandi dan sasaran dapat menyandi-balik pesan, berdasarkan pengalaman yang dimilikinya masing-masing. Bila kedua lingkaran memiliki wilayah bersama yang besar, maka komunikasi mudah dilakukan. Semakin besar wilayah tersebut, semakin miriplah bidang pengalaman (field of experience) yang dimiliki kedua pihak yang berkomunikasi.

Menurut Schramm, seperti ditunjukan model kegiatannya,jelas bahwa setiap orang dalam proses komunikasi adalah sekaligus sebagai enkoder dan dekoder. Kita secara konstan menyandi – balik tanda-tanda dari lingkungan kita,menafsirkan tanda-tanda tersebut, menyandi sesuatu sebagai hasilnya. Tegasnya,anda menerima dan juga menyampaikan pesan. Makna yang anda hasilkan dari penyandian – balik (penafsiran) yang anda lakukan akan membuat anda menyandi. Misalnya begitu anda mendengar teriakan “Api”, anda mungkin akan segera berteriak “tolong!” apa yang akan anda sandi bergantung pada pilihan anda atas berbagai respons yang tersedia dalam situasi tersebut dan berhubungan dengan makna tadi.

Proses kembali dalam model diatas disebut umpan balik (feedback), yang memainkan peran sangat penting dalam komunikasi, karena hal itu memberitahu kita bagaimana pesan kita ditafsirkan,baik dalam bentuk kata-kata sebagai jawaban, anggukan kepala,gelengan kepala,kening berkerut,menguap,wajah yang melengos, dan sebagainya. Begitu juga surat pembaca kepada redaksi sebagai protes atas editorial yang ditulis surat kabar tersebut, ataupun tepuk tangan khalayak yang mendengarkan ceramah. Namun menurut Schramm, umpan balik juga dapat berasal dari pesan kita sendiri, misalnya kesalahan ucapan atau kesalahan tulisan yang kemudian kita perbaiki.

Akan tetapi penulis berusaha untuk menganalisis mengunkan model schramm yang pertama yakni

Schramm berpendapat,dalam komunikasi manusia, sumber dan encoder adalah satu orang atau lembaga media massa, dalam analisa ini penulis menggunakan MERDEKA.COM 7 januari 2015 “Korban Pesawat Air Asia Sulit Diindentifikasi” cyber media ini memberitakahkan tentang temuan korban jatuhnya pesawat air asia yang terbang dari juanda Surabaya menuju singapura ditemukan dalam kondisi sudah tidak utuh lagi. Banyak korban yang sulit untuk diindetifikasi identitasnya, pesan ini tidak begitu menarik perhatian bila decoder merupakan orang yang bukan didaerah laut tempat jatuhnya pesawat air asia, hal ini berbeda bila decoder merupakan warga yang berada dilokasi penemuan mayat yang merupakan komsumen see food.

Dekoder dan sasaran adalah seorang lainnya yang menjadi sasaran encoder, makna luasnya decoder dapat diartikan dengan masyrakat penikmat media massa, sebenarnya media elektronik lebih berpengaruh dan menyebarkan berita ini namun analisa lebih pada media internet, jelang beberapa jam kemudian MERDEKA.COM memposting efek decoder khususnya yang berda dilingkungan lokasi jatuhnya pesawat air asia QZ 8501,

Dalam modelnya scraam merumuskan bahwa lingkungan dan pengalaman memberikan pengaruh terhadap penafsiran suatu pesan hal ini sama persis dengan apa yang dilaporkan merdeka.com bahwa masyarkat di perairan Selat Karimata, antara Pulau Belitung-Sumatera dan Pulau Kalimantan engan untuk mengkomsusi ikan dan mahluk laut laut lainnya, hal ini bukan lain karena banyaknya media sinyal (bahasa, pesan) telah memberitakan kondisi korban yang berhasil dievakuasi dalam kondisi tidak utuh lagi, akibatnya masyarakat mensandi-balikan dengan tidak mengkomsusi see food karena merasa jijik dan beragapan mahluk-makluk lautlah tercemar oleh mayat-mayat korban air asia tersebut. Bahkan kondisi ini juga mengakibatkan sepinya pembeli dan penjualan ikan, see food mengalami degradasi khususnya yang berda di sekitar perairan Selat Karimata, antara Pulau Belitung-Sumatera dan Pulau Kalimantan.

 BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Dalam menganalisis fenomena komunikasi media massa khususnya media massa ini menggunakan model komunikasi Harlod D. Laswell dan Wilbur Scrham. Sebagaimana Harold D Lasswell telah mengemukakan suatu ungkapan yang sangat terkenal dalam teori dan penelitian komunikasi massa. Ungkapan tersebut merupakan suatu formula dalam menentukan scientific study dari suatu proses komunikasi massa dengan menjawab sejumlah pertanyaan pertanyaan sebagai berikut : Who, Says What?, In which Channel, to whom, dan with what effect?. Melalui analisi dengan model ini penulis mendapat kesimpulan atas perincian dan jawaban dan spekulatif model dari model laswell diatas.

Menurut model scrhamm, source boleh menjadi seorang individu atau organisasi, sinyalnya adalah bahasa dan destination-nya adalah pihak lain kepada siapa sinyal itu ditujukan. Dalam komunikasi antarmanusia source dan encoder adalah satu orang sementara decoder dan destination pada sisi yang lainnya. Dalam model ini penulis analisa pada merdeka.com yakni adanay efek dari pemberitaan merdeka.com terhadap masyarkat disekitar jatuhnya pesawat air asia, masyarkat disana enggan untuk mengkomsusi see food karena media memberitahkan basarnas banyak menevakuasi korban dalam kondisi yang tidak utuh lagi, hal ini berdampak pula terhadap penurunan penjualan ikan. Dan see food lainnya di pasaran.

  1. Rekomendasi

Bagi mahasiswa komunikasi harus kompeten dalam menganisis fenomena komunikasi maupun fenomena sosial yang terjadi dilingkungannya, hal iini akan membantu dalam upaya peningkatan SDM yang diharapakan oleh almamater

Untuk media massa diharap lebih objektif dalam memberitakan suatu fenomena, sebab hal ini dampatnya besar terhadap persepsi public, dengan media massa yang bersih dan objektif masyarkat akan mendapt informasi dan pengetahuan yang dapat membantuh kebutuhannya.

Bagi yang berminat menjadikan tulisan ini sebagai bahan refrensi, diharap juga memperhatikan cela-cela atas kekurangan yang terdapat dalam tulisan karya sederhana ini, karena penulis secara pribadipun mengakui akan hal tersebut, dalam artian penulis mengharap saran dan masukan yang dapat berkontribusi positif dalam penulisan-penulisan yang selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Deddy Mulyana, 2005, Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar, Bandung, Remaja Rosdakarya.
  2. McQuail, Dennis, 1987,Teori Komunikasi Massa: Suatu pengantar,Jakarta: Edisi kedua, Erlangga, 2003
  3. Dian Hanafi http://sangsuperstar.blogspot.com/2014/05/proses-komunikasi-massa_1.html diakses 8 januari 2015
  4. Rizki Gunawan soal jatuhnya pesawat air asia qz 8501 http://news.liputan6.com/read/2157277/analisis-bmkg-soal-jatuhnya-airasia-qz8501

diakses 11 januari 2015

  1. http://Youtube.com breaking news “jatuhnya pesawat air asia qz8501” akses 11, Januari 2015
  2. Ari basuki, http://www.merdeka.com/peristiwa/usai-insiden-airasia-warga-pangkalanbun-ogah-makan-ikan-laut.html diakses 12 Januari 2015

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.