ANTI POLIGAMI

""

Dalam berkeluarga beliau melarang keras santri-santrinya untuk wayu bukan berarti membatasi kebebasan dalam demokrasi. tetapi beliau bertujuan untuk meminimalisir tukaran, kekerasan dalam rumah tangga karena pada prinsipnya beliau merupakan Kyai Perdamaian. Sangat malu bila hal ini terjadi pada diri dan santrinya. Guru-guru yang beliau jadikan refrensi loyalitas diri terhadap istri dan keluarga adalah Kyai Qusyari, Kyai Iskandar, Mbah Kyai Munawir, Mbah Kyai Jamal serta Mbah Kyai Muslih Merangen.

Semoga kita santrinya dapat menteladani tindak prilaku beliau, penulis menyakini bahwa yang tertera dalam tulisan ini merupakan butiran kecil pasir digurun sahara, yang masih banyak emas-intan yang berceceran pada beliau namun tak terlihat oleh kasat mata penulis. Dari tulisan sahaja ini, perlu saran maupun perbaikan bila pembaca mempunyai pengetahuan lebih terkait apa yang anda baca ini. Ditulis berdasarkan Dawuh tafsir 14. Januari 2015.Buku Mutiara Nasihat, dan berbagai sumber.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.