Jenis dan Lapisan Ilmu Hukum

""

hukuIlmu hukum dari segi segi objek dapat dibedakan atas ilmu hukum dalam arti sempit, yang dikenal dengan ilmu hukum dogmatic (ilmu hukum normative) dan ilmu hukum dalam arti luas, dalam arti luas ilmu hukum dapat ditelaah dari sudut pandangan sifat pandang ilmu maupun dari sudut pandangan tentang lapisan ilmu hukum seperti yang dilakukan oleh J. Gijssels dan Mark van Hoecke.

Dari sudut pandang ilmu dibedakan pandangan positivism dan normative. Dari sudut pandang ini dibedahkan menjadi dua yaitu ilmu hukum normative dan empiris. Sifat keilmuan dapat dilihat dari tiga aspek yaitu; proses, produk dan produsen (ilmuwan)

Perbedaan sifat keilmuan dua bidang ilmu hukum tersebut dapat digambarkan dalam skema berikut.

Pandangan Positivistik

Ilmu Hukum Empirik

Pandangan Normatif

Ilmu Hukum Normatif

Relasi Inti Subjek-subjek Subjek-subjek
Jenis pengetahuan Obyektif Inter-Subjektif
Sikap ilmuwan Pengamat/penonton Peserta
Persepektif Eksternal Internal
Teori kebenaran Teori korespondensi Teori pragmatic
Proposisi Hanya informative (empiris) Normative dan evaluative
Metode Hanya metode pengalaman inderawi Juga metode lain
Moral Non-kognitif Kognitif
Hubungan hukum-moral Pemisahan tegas Tidak ada pemisahan
Ilmu Hanya sosiologi hukum empiris dan teori hukum empiris Ilmu hukum dalam arti luas

Sumber JJ H Bruggink, 1999 189

  1. Gijssels dan mark van Hoecke, membedahkan ilmu hukum berdasarkan pelaipsan ilmu hukum, yang meliputi filsafat hukum, teori hukum, dogmatik hukum dan praktek hukum.
  2. Filsafat Hukum

Filsafat hukum adalah filsafat atau bagian dari filsafat yang mengarahkan refleksinya terhadap hukum atau gejala, sebagaimana dikemukakan J. Gejssles, filsafat hukum adalah adalah filsafat umumnya diterapkan pada hukum dan gejala hukum. Ruang lingkup filsafat hukum tidak lepas dari ajaran filsafat itu sendiri, yang meliputi: ontology hukum, axiology hukum, ideology hukum, epistemology hukum, teology hukum, keilmuan hukum dan logika hukum.

  1. Teori Hukum (dalam arti sempit)

Teori hukum merupakan ilmu eksplanasi hukum yang sifatnya inter-disipliner. Eksplanasi dalam teori hukum sifatnya ekspanasi analisis sedangkang dalam dogmatic hukum merupakan eksplanasi teknik yuridis dan dalam bidang filsafat sebagai eksplanasi refleksif.

  1. Dogmatik Hukum

Dogmatic hukum merupakan ilmu hukum dalam arti sempit. Titik fokusnya adalah hukum positif. D.H.M> Meuwissen (1979), memberikan batasan pengertian dogmatic hukum sebagai memaparkan, menganalisis, mensistematisasi dan menginterprestasi hukum yang berlaku atau hukum positif.

Dengan demikian teori kebenaran yang paling sesuai bagi dogmatikus hukum adalah teori prgmatis diamana proposisi yang ditemukann dalam dogmatic hukum bukan hanya informative atau empiric, tetapi terutama yang normative dan evaluatif

  1. Praktek Hukum

Praktek hukum menyangkut dua aspek utama, yaitu pembentukan hukum dan penerapan hukum. Menerapkan hukum berarti memberlakukan peraturan yang sifatnya umum kedalam suatu kasus yang sifatnya kongret. Dalam ungkapan klasik disebut De rechter is bounce de la loi, yang mengandung kiasan hakim adalah corong atau alat undang-undang.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.