KENTONGAN

""

Sebagai santri ngalah yang berdomisili diasrama dekat dengan kediaman beliau, suara kentongan dari ndalem ketika memasuki waktu sholat merupakan hal sego jangan, ibaratnya suaranya merupakan morse yang kemudian disandikan santri menabuh kentongan dan jidor dimasjid. Beliau melakukan hal semacam ini, mengikuti apa yang pernah dilakukan ayanda Kyai Bahrudin Carat Gempol Pasuruan. Terkait kentongan, disaat beliau Romo Kyai maupun Gawagis yang menginjakan kakinya diteras masjid Lil-ngimami sholat, seketika itu salah satu santri menabuh kentongan sebanyak dua kali, tok.. tok.. kurang lebih suaranya seperti itu. hal ini mencontoh kepada Mbah Muslih Mranggen Semarang, Shohibul Nurul Burhan yang kita kenal dengan Manaqib Syech Abdul Qodir Al-Jailani, seorang mursyid thoriqoh, sekaligus telah mengijazakan Nurul Burhan kepada beliau, yang kini menjadi rutinitas wajib mingguan dipesanten ngalah.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.