Memahami doa Nabi Muhammad saw

""

اللهم احينى مسكينا وامتنى مسكينا واحشرنى زمرة المسا كين

Artinya:
“Ya Allah! Hidupkanlah Aku dalam keadaan miskin dan matikanlah Aku dalam keadaan miskin serta kumpulkan (pada hari kiamat) dalam rombongan orang-orang miskin” (HR.Ibnu Majah)

doa

Ilustrasi

Portal Arjuna Jatim- Ini adalah doa yang pernah diamalkan oleh junjungan kita nabi muhamad saw. Yang tertulis dalam hadist yang di riwayatkan oleh ibnu majah.yang mana pada doa ini tidak ada kaum muslimin yang berani mengamalkanya  atau paling tidak jarang sekali yang mengamalkannya, menurut  KH.SOLEH BAHRUDIN saat menasehati kami saat wisuda kemarin doa ini adalah khusus untuk nabi saja karna menggunakan (ya  (ي)mutakalim bukan naa نا)) domir mutakalim lil muadim nafsahu ) islam tidak pernah mengajarkan kemiskinan karna dalam islam kita di tuntut untuk saling tolong menolong saudara-saudaranya yang kurang mampu tidak lain itu semua dengan harta dan juga islam juga menutut kita untuk mengeluarkan zakat,infak biaya sekolah, nafkah keluaraga membantu pembangunan di lingkungan pendidikan dll.

Jika doa ini kita pahami secara tekstual-normatif tanpa pernah mengali sedalam-dalamnya apa yang sesunggunya menjadi maksud dari teks doa tersebut. Maka jadilah kita menelan mentah-mentah makna yang tersirat dalam hadist tersebut dan kita pahami apa adanya. Jika kita pahami secara teks maka kita mengangap bahwa rasullullah mengajari umatnya untuk miskin padahal tanpa di minta  atau berdoa kepada sang al-rizqi kita sudah di beri kekurang harta berupa kemiskinan tersebut.

Dalam kaitan masalah ini dalambuku “islam dan kemiskinan” menyatakan bahwa doa yang yang di panjatkan rasulullah itu bukan berarti umat di suruh untuk menjadi orang miskin, tetapi maksudnya “ orang miskin”  dalam doa ini adalah “khusyu’ dan mutawadli” (orang-orang yang tunduk dan merendakan diri kepada Allah swt)
Dalam kamus lisan al-arab di terangkan bahwa asal arti miskin dalam lughah (bahasa) adalah al-khadli yang berarti orang yang tunduk dan asal arti fakir yaitu orang yang butuh, mungkin karna itu, nabi muhammad saw berdoa “ya allah hidupkanlah aku dalam keadaan miskin” yang berarti tawadlu dan khusyu’ supaya tidak menjadi orang-orang yang sombong dan takbur.

Dalam kitab “Ilya ulum Al-Din” karangan imam al ghazali di terangkan bahwasannya nabi muhammad saw tidaklah meminta keadaan miskin yang  maknanya kekurangan, tetapi beliau meminta miskin yang bermakna tunduk dan merendakan diri dan ini juga dikatakan oleh imam baihaqi.
Imam ibnu atsir dalam kitabnya an-nihayah fi gharib al hadist. Beliau menyakan bahwasanya lafad  اللهم احينى مسكينا “ya allah hidupkanlah aku dalam keadaan miskin…” yang di maksud disini adalah tawadlu dan khusyu’, agar tidak menjadi orang yang sombong dan takabur. Demikian pula syakhul islam ibnu taimiyah yang menyatakan, “hiduplah aku dalam keadaan khusyu’ dan tawadlu.”Makna yang sama juga di kemukakan oleh imam qutaibi.

Maka dari itu jangan sekali=kali memahami doa makna doa ini mentah-mentah tanpa melakukan kajian mendalam. Tentu kita semua tudak ingin miskin, karna faktanya banyak orang bilang bahwa miskin itu tudak enak. Mau sekolah, beli baju, nafkah keluarga tidak punya uang. Beli pulsa tak berduit.mau membantu saudarayang fakir dan miskin tidak punya harta,. Menjalankan rukun islam yang kelima pergi haji apalagi. Jadi jangan memahami teks hadis ini secara harfiyah agar kita tidak bermental miskin. (Red. buku menjadi kaya dengan imam)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.