SEJARAH PENGAJIAN TAFSIR

""

Dalam buku pedoman organisasi NU Nadlatul Ulama ada tiga elemen pesantren yang tidak boleh tidak dipenuhi untuk disebut sebagai pesantren yakni;

  1. Eksistensi Pengasuh (Kyai)
  2. Adanya funduq (tempat tinggal santri), Asrama
  3. Adanya almamater Madrasah pengajian kitab kuning

Sejak beliau mendirikan pesantren, hingga dewasa ini, Pengajian Tafsir Qur’an Al- Jalalain merupakan aktifitas Kyai dan Pesantren yang tak pernah absen, tanpa lampu merah sebagaimana dawuh beliau disaat akan khatam, “Iki Aku ngaji Tafsir wes kate khatam, sak marini khatam yho dibukak maneh rek ngantek khatam maneh, lek wes khatam maneh dibukak maneh, terus digawe wiridan ila yaumil qiyamah’.Dalam praktek pengajian tafsir ba’dah ashar, Beliau berkaca kepada gurunya KH Bahri Sawahan Mojokerto.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.