Investigasi Pusara Pesantren

""

Dalam setiap event besar pondok pesantren. Tak bosannya panitia menampilkan profil-profil kelurga ndalem, anak cucu menantu etc pendiri Ngalah Islamic boarding school. Melalui media power point. Sehingga kita santrinya tahu bahwa Romo Kyai Hingga saat ini dikaruniahi 10 buah hati, diantaranya yaitu, Neng Siti Muthoharoh Istri Agus Fadlan, Neng Atik Hidayatin istri Gus Zaqi, Agus Ahmad Syaikhu Pengasuh Asrama J dan K, Neng Siti Faiqoh istri Agus Yusuf , Neng Luluk Nadhiro istri Agus Kholid, Ahmad Faishol (alm.), Neng Siti Khurotin istri Agus Muhammada, M. Bustomi (alm.), Neng Siti Hajar, dan Neng Siti Nuronia.

Untuk melengkapi slide yang tidak menampilkan makam putra pengasuh diatas, maka Crew Aksara melakukan Investigasi Pusara Pesantren. Dalam kesempatan ini crew hanya dapat mendeskripsikan secara global tidak terperinci secara khusus tentang kapan, kenapa, mengapa meninggalnya gus Tomi dan Faishol? Melainkan sebatas stimulus bagi pembaca wabil khusus tholibul ilmi fi ma’had ngalah setidaknya bertawasul kirim alfatihah dan lebihnya dapat berziarah. Toh, ziarah pusara pesantren tanpa biaya sepeserpun dan tidak melanggar ma’lumat pengasuh Dalam BAB VI pasal P Pedoman YDT yang menegaskan bahwa darmawisata/ refresing yang dilakukan oleh lembaga tidak diperkenankan.

Dalam investigasinya, crew aksara menemukan dua lokasi Pusara pesantren. Pertama, berada di belakang SMK yang merupakan area makam khusus keluarga ndalem sebagaimana telah diatur dalam Buku Pedoman Yayasan Darut Taqwa Bab Tanah “Area makam sebelah selatan smk adalah makam keluarga, ukuran minimal 26X 17 meter. Biar tidak terjadi gegeran”. Yang kini sudah ditempati Mas Wildan putra pasangan Gus Kholid dan Neng Luluk yang meninggal 2 jam setelah dilahirkan sekitar dua tahun silam. Kedua, pusara yang terletak di belakang Masjid Darut Taqwa/ masjid utama pesantren, disini ditemukan 3 makam, nah disinilah kita dapat menziarahi makam gus tomi dan gus faishol, putra Romo Kyai yang keduanya merupakan kakak dan adik neng Siti Khurotin. Diarea tersebut juga terdapat makam putri ketiga pengasuh asrama E&F gus Yus dan Neng Faiqoh, yang diberi nama neng siti Fadhilati, yang meninggal karena keguguran beberapa tahun terakhir.

Dalam Investigasi Pusara Pesantren tersebut crew aksara bertemu dengan Pemegang kunci makam gus tomi dan faisol dan sempat berkomunikasi bercakap-cakap. Kalau boleh tahu kapan dan mengapa meninggalnya gus-gus ini? Kalau masalah kapan dan mengapa sampeyan Tanya saja sama sesepuh-sesepuh pesantren atau mungkin Tanya alumni soalnya saya sendiri masih baru-baru saja mondoknya.

Adakah yang sudah berziarah? akhir-akhir ini sudah ada yang berziarah meski hanya satu dua orang akan tetapi setiap malam jum’at ada saja yang mengirimi kembang boreh, terlebih pasca direnovasinya makam oleh teman-teman pemerhati.

Renovasi, dananya dari mana?, terkait masalah dana, untuk yang disini, dana diperoleh dari swadaya 3 kamar diasrama A yang diprakasai oleh Cak Tomi, sedangkan untuk proses pembangunan Cak Tomi dibantuh oleh cak Najib dan Cak Nadhif dkk, kalau makam di belakang  SMK saya kurang tahu, tapi kalau yang membangun adalah tukang yang tiap harinya bekerja diyayasan dan dibantuh beberapa santri gubuk.

Disini ada 3 makam yang kecil neng fadilati dan untuk tepatnya makam gus tomi yang kanan atau yang kiri? Mengenai hal itu, saya belum dapat menjawab secara pasti, sebab saya sendiri masih ragu membedahkan mana pusara gus tomi dan pusara gus faishol, yang jelas sejak masih kelas 3 tsanawiyah saya sudah mencari tahu jawaban tersebut sampai santri paling lama dipesantren, itupun belum ada jawaban, mala saya dianjurkan bertanya kepada orang yang pernah saya Tanya dan ia pun angkat tangan, namun ada masa itu yang menjawab yang kanan ini Gus Faishol dan kiri yang tengah ini adalah makam Gus Tomi tapi beliaunya masih ragu dan menyarankan saya untuk tanya langsung kepada Ayandahnya Romo Yai.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.