Lakpesdam NU Pasuruan Gelar Gerakan Literasi Media dan Jurnalisme Warga untuk Pesantren Se-Pasuruan

""

Portalarjuna.net-Model dakwah pesantren terus ditantang relevansinya, termasuk melalui dakwah digital. Menindaklanjuti itu, PC Lakpesdam NU Kabupaten Pasuruan menggelar pelatihan videomaker Pesantren untuk menyamakan persepsi terkait dakwah pesantren di era digital sekaligus membekali santri-santri Pesantren menjadi cyber yang mendukung gerakan literasi media serta menyebarkan konten-konten di media sosial yang bernuansa nilai-nilai pesantren dan Islam Indonesia. “Tujuan kegiatan ini, Menyamakan visi dan persepsi terkait Dakwah Pesantren di Era Digital dan Membekali santri dan Pemuda NU dalam gerakan literasi media dan Jurnalisme Warga.” Ujar Makhfud Syawaludin selaku Sekretaris Lakpesdam NU Kabupaten Pasuruan dalam kegiatan Pelatihan Videomaker Pesantren di Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan (12/11/2016). “Lebih spesifiknya akan membekali santri dan pemuda NU dalam memproduksi video dan film berbasis Islam Nusantara.” Tambahnya.

Dalam konteks hari ini, menyebarkan konten-konten yang ramah juga bagian dari menegakkan agama Allah. “Menegakkan agama Allah tidak hanya dengan marah-marah, dengan cara begini (membuat videomaker pesantren) juga menegakkan agama Allah.” Jelas Hakim Jayli dalam sesi Materi Pesantren dan Dakwah di Era Digital tersebut.

Kegiatan ini dilakukan selama 2 hari dan diselenggarakan bekerja sama dengan LTN Kabupaten Pasuruan, Lakpesdam kota pasuruan, Nutizen, dan TV9. Adapun tindak lanjut dari kegiatan Pelatihan Videomaker akan memvisualisasikan dan dan mempromosikan karakter dan nilai-nilai pesantren sebagai jihad dakwah digital. “Kami ingin setelah pelatihan ini, santri bisa memvisualisasikan dan mempromosikan karakter dan nilai-nilai pesantren kepada masyarakat dalam bingkai Dakwah Digital.” Jelas Abdul Qohar selaku Wakil Ketua PC Lakpesdam NU Kabupaten Pasuruan. “Secara praktis, peserta akan menghasilkan project-project pembuatan videomaker. Seperti videomaker bertema profil pesantren, sejarah pondok pesantren, dan lain-lain.” Pungkasnya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.