Fenomena Pengendara Motor Dibawah Umur, Baik atau Buruk?

""

Portalarjuna.net-sudah tidak perlu dipungkiri bahwa saat ini anak dibawah umur sudah bisa mengendarai motor. Namun hal tersebut apakah berdampak baik atau buruk bagi anak, ataupun warga ?

Saat ini memang sudah biasa bagi orang tua untuk mengizinkan para anak yang masih dibawa umur belajar motor dan mengendarainya ke sekolah. Para orang tua beranggapan bahwa belajar motor supaya bisa membantu orang tua seperti mengantar ke pasar, dan lain sebagainya. Mereka merasa kasihan saat anaknya datang dari sekolah kelelahan dan takut mereka sakit. Tapi dalam hati mereka merasa was was mengijinkan anaknya membawa motor.

Banyak anak yang mulai meminta untuk dibelikan motor hingga mereka mengancam orang tua mulai dari tidak mau sekolah, pura-pura sakit hingga bunuh diri. Parahnya para orangtua menuruti kemauan anaknya untuk dibelikan motor. Mereka rela melakukan apapun hingga anaknya bisa mendapat motor yang di inginkan.

Saat sekolah pun anak-anak yang membawa motor dengan bangganya memamerkan keahlian mereka dengan mengendarainya ugal-ugalan tak jarang mereka terlibat kecelakaan baik tunggal maupun beruntun. Tak hanya anak-anakyang merasa bangga tapi orang tua pun merasa bahagia saat anaknya bisa mengendarai motor, main kesana kemari naik motor, bahkan ada orang tua yang hanya bisa menurut apa yang diinginkan anaknya tanpa khawatir apa yang akan terjadi setelahnya.

Salah satu orang tua murid Suji (38) beranggapan “saya tidak mengijinkan anak saya membawa motor sendiri ke sekolah dek. Takutnya dia ugal-ugalan terus kecelakaan, takut dek” bapak Suji tidak pernah mendukung para anak untuk mengendarai motor.

“Sebenarnya saya tidak setuju sama orang tua yang mengizinkan anaknya berkendara sendiri ke sekolah padahal anaknya masih kecil. Sering saya lihat anak yang bawa motor itu kecelakaan dek tapi ya gak kapok. Gak tahu tuh orang tuanya” tambahnya

Saat tim Portalarjuna.net menemui salah satu orang tua murid yang membawa motor beliau mengatakan “ya gak apa-apa dek kasian kalau pulang capek habis itu harus Madin (Madrasah Diniah)” ungkapnya

“anak saya baik kok dek gak mungkin ugal-ugalan bawa motornya” ungkapnya lagi

Mirisnya saat kecelakaan mereka berkilah bahwa yang salah adalah orang lain. Mereka tidak pernah tegas kepada anak mereka. Akibatnya anak tersebut mulai bandel, melawan orang tua, dan semena-mena terhadap orang lain.

Seharusnya fenomena seperti ini tidak pernah terjadi jika ada kebijakan yang tegas untuk melarang para anak membawa motor ke sekolah. Pihak sekolah harus menindak tegas para murid yang masih membawa motor agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan. Mengingat di sekolah banyak anak yang menyebrang jalan.

Peran orang tua, para guru dan masyarakat sekitar sangat berpengaruh bagi psikologis anak. Para orang tua harus memberikan pengertian bahwa membawa motor itu salah saat mereka belum cukup umur. Para guru harus memberikan pengertian atau pasal-pasal yang berkaitan dengan berkendara, jika masih ada yang membawa motor mereka harus diberikan sanksi. Masyarakat harus melaporkan pada pihak sekolah jika masih ada anak yang membandel membawa motor.

Para pihak berwajib juga harus memberikan pendidikan tentang lalu lintas pada murid, orang tua, ataupun guru supaya mereka mengerti bahaya berkendara bagi anak di bawah umur. (Ion)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.