Keserasian Warna, Pemicu Kecerdasan Seorang Anak

""

Portalarjuna.net-Anak usia dini lebih cepat merespon dan menanggapi segala hal yang diajarkan oleh orang tua. Termasuk keserasian warna pakaian dan model pakaian yang setiap hari diberikan orang tua kepada sang anak. Seorang anak yang masih ber-usia 2th (dua tahun) bernama Dylla, mempunyai bakat ber-acting, tari jaranan, modelling, mengaji dan ber-nyanyi sinden layaknya artis cilik yang sudah terkenal (05/08/2017).

Berbagai macam pemicu kecerdasan anak pada saat pertumbuhan dan perkembangan otak kanan dan otak kirinya. Kecerdasaan anak di usia dini berawal dari didikan kedua orang tua. Anak usia dini lebih cepat merespon dan menanggapi segala hal yang diajarkan oleh orang tua. Termasuk warna pakaian yang serasi dan model pakaian yang setiap hari diberikan orang tua kepada sang anak. Anak akan lebih nyaman pada pakaian yang diberikan orang tua, disebabkan adanya rasa keterbiasaan yang setiap hari di lakukan.

Orang tua akan lebih memanjakan anak pertama. Orang tua akan lebih memperhatikan gerak gerik pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan pada anak. Seperti yang dilakukan oleh seorang Ibu rumah tangga yang bertempat tinggal di Desa Pager, Kec. Purwosari, Kab. Pasuruan.

Keserasian Warna

Hidayah (27th), orang tua dari Dylla mengatakan bahwa,“saya sangat memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan anak pertama saya mulai dari saya melahirkannya. Saya sengaja memberikan costume pakaian yang serasi pada anak saya mulai dia lahir. Costume pakaian yang saya berikan,mulai dari kepala sampai alas kaki yang dia gunakan selalu serasi.

Ternyata memang benar !? keserasian warna dapat mempengaruhi kecerdasan dia. Anak saya berpikir bahwa pakaian yang serasi hanya digunakan sama artis cilik yang sudah terkenal. Dari situ, dia tidak pernah malu-malu untuk menunjukkan bakatnya untuk ber-acting, tari jaranan, modelling, mengaji dan ber-nyanyi sinden layaknya artis cilik yang sudah terkenal dihadapan banyak orang.

Saya pernah mencoba mengganti costume pakaiannya secara acak. Dia malah marah, menangis, rewel, tidak mau bermain dan tidak mau keluar rumah. Karena, dia berpikir dia malu sama dirinya yang tidak terbiasa sama costume yang biasa dia gunakan. Dan alhamdulilah sekarang anak saya mulai cerdas dalam berkomunikasi bahasa inggris dengan orang lain. Karena keserasian costume pakaian yang dia kenakan, ujarnya”. (Ninis)

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.