Kisah Inspriratif, Mantan Anak Punk Jalani Usaha Lewat Hobi Menggambar

""

Portalarjuna.net-Purwosari(18/02/18). Dikenal dengan karya dan kehebatannya dalam mengedit gambar, seorang anak SMK Darut Taqwa yang berada di dusun pandean purwosari ini mendapatkan tambahan uang saku dari hobi yang ia geluti.  Bernama lengkap A. Dzakiyul fikri dilahirkan di kota karnaval (Jember) pada 24 juni 2001. Fikri nama sebutannya memiliki sebuah hobi menggambar yang mulai timbul saat ia duduk dikelas 2 SMP, “Awalnya saya tertarik ikut-ikut anak Punk, dan mulai tertarik lebih dalam dengan beberapa gambar-gambar yang ada di kaos punk” terangnya.

Kemandirian seorang fikri terlihat semenjak dia membuka usaha sablon dengan teman sebayanya, “Mulai SMP saya sudah mulai nyablon kaos dengan gambaran saya sendiri, lalu saya jual ke distro hasilnya” jelasnya.

Marzuki merupakan salah satu panutan fikri dalam mencari inspirasi. “Pak juki ini mempunyai tokoh yang menjadi pusat gambar-gambar metal di ambulu” Tambahnya. Ketertarikan dengan gambar pak juki membuat fikri sering mampir ke tokoh tersebut hanya untuk melihat-lihat hasil lukisan tangan sang inspirator.

Model gambaran fikri cuma dalam satu bidang saja yakni brutality atau metal yang secara garis lurus sama seperti guru yang dia jadikan inspirasi dalam menggambar. Modal awal yang ia gunakan dalam pembelian alat dan bahan berasal dari penjualan handphone yang dibelikan oleh ibunya. Penghasilan terbesar yang pernah dia dapatkan sebesar 370.000 secara bersih sedangkan pendapatan kotornya bisa mencapai 500 ribu. “Dan akhirnya saya bisa membeli handphone dari usaha sablon ini” imbuhnya.

Selain diketahui sebagai siswa SMK, ternyata fikri juga terdata secara aktif sebagai santri di pondok pesantren ngalah purwosari pasuruan. Anggota komunitas ITEC ( Information Technologi Education Community) itu masih duduk di kelas 1 SMK jurusan multimedia. Fikri ini juga  menggeluti bidang pencak silat dalam rumpun IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) dengan nama GASMI.  Dia belajar ilmu silat sejak 5 bulan terakhir di pondok pesantren yangmana sebelumnya dia juga pernah ikut di rumahnya.

Dalam usaha yang dia geluti Harapan terakhir dari seorang santri ini ingin mempunyai konsumen dari luar negeri dan banyak yang order dari sana. Prinsip santri ini dalam menjalankan usaha adalah berbagi, membagikan apa yang dia bisa kepada orang lain “Karena ketika saya tidak ada usaha ini bisa tetap jalan” pungkasnya. (dz)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.