Musim Hujan: Kesempatan untuk Cadangkan Air di Musim Kemarau DAS Rejoso

""

Portalarjuna.net-Musim kemarau membuat beberapa wilayah menjadi kering, sungai yang mulai surut dan beberapa sumber air yang mengecil. Pada musim penghujan seperti saat ini adalah sebuah momen yang tepat untuk menadahi atau menampung air hujan sebagai cadangan di musim kemarau salah satunya melalui sumur resapan dan melakukan konservasi di Daerah Aliran Sungai atau biasa disebut dengan DAS.

Baru-baru ini konservasi telah dilakukan di Bukit Penanjakan, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan, Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Sabtu (08/02) oleh PT. Tirta Investama yang bekerja sama dengan Yayasan Satu Daun sebagai wujud kepedulian atas sumber air yang banyak memberikan manfaat salah satunya di daerah DAS Rejoso. Turut hadir pula Dinas Lingkungan Hidup, Lembaga Masyarakat Desa Hutan, Kelompok pelestari hutan Bala Daun, Dinas Pendidikan, Muspida Pasuruan dan Muspika Kecamatan Tosari. “kemah konservasi merupakan agenda tahunan Pabrik AQUA Keboncandi sejak tahun 2010” ucap Budi Hartono selaku External Relation Manager Regional lll Danone-AQUA.

Sebanyak 170 siswa-siswi dari 25 sekolah di Kabupaten Pasuruan turut diajak untuk konservasi ini dengan harapan selain untuk menanamkan jiwa alam dan sosial, diharapkan pula agar mengetahui tanaman apa saja yang bisa untuk konservasi tersebut, “karena tidak semua tanaman bisa di tanam di daerah pegunungan yang kemampuan menyerap airnya banyak” Lanjutnya.

Sebanyak 250 bibit pohon endemik Tengger yaitu Mentigi, Kesek dan Edelweis yang ditanam oleh para peserta konservasi dan di dampingi oleh LMDH. Edelweis merupakan tanaman yang dilindungi dan dilarang untuk diperjualbelikan, untuk memenuhi kebutuhan upacara adat masyarakat Tengger, kini mengembangkan Budidaya Edelweis di sekitar perumahan, tidak lagi mengambil di hutan yang termasuk wilayah TNBTS. (nul)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.