Live IG bersama Mendikbud, Iqbal Sebut Mas Mentri

""

PortalArjuna.net-Pasuruan, Iqbal Dhiafakhri Ramadhan salah satu artis muda Indonesia yang kini tengah menepuh jenjang Sarjana di Australia, melakukan Live Instagram bersama Mentri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim pada (11/12) dalam livenya Iqbal menyebutnya Mas Mentri Nadiem.

Mentri Nadiem dan Iqbal mantan personil cowboy junior (CJr) itu, merupakan sama-sama lulusan dari United World Colleges (UWC), New Mexico, Amerika Serikat. Kesamaan dari keduanya yakni mengampuh pendidikan teater, Nadiem mengaku menjadi pelajaran paling sulit dan berat baginya. “Teater itu bagi saya sangat fundamental, berdiri didepan banyak orang, untuk berbicara dan berekspresi, itu yang menjadikan saya pemberani sampai hari ini”.

Dalam pembahasan live selama satu jam itu, banyak mengusik tentang pendidikan merdeka belajar, dan bullying. Iqbal membahas mengapa banyak anak Indonesia yang dituntut untuk bisa dalam semua pelajaran akademik, padahal bukan semuanya menjadi passion mereka. Mentri Nadiem sangat setuju akan hal itu, oleh karena itu menjadi salah satu alasan kenapa dibentuknya Meredeka Belajar.

Nadiem menyebutkan secara sederhana esensi dari merdeka berlajar yakni harus bertanya, mencoba, dan berkarya.

“Kita tidak bisa melatih nalar kritis kita, jika kita tidak terbiasa untuk bertanya. Kedua jika tidak mencoba inovasi tidak akan pernah ada. Ketiga berkarya, kita harus menjadi generasi yang menghasilkan sesuatu tidak hanya mengerjakan ujian, tapi project, paper, karya seni, harus menjadi portofolio. Itulah dunia masa depan di mana industri entrepreneurship akan mendimen skill kita. Kalau tidak kita lakukan dari sekarang, kita akan tenggelam”.

Harapan Mendikbud, selama sisa empat tahun menjabat ini bisa melakukan perubahan-perubahan besar yang tidak akan bisa dikembalikan pada budaya lama. Saat ditanya Iqbal Ramadhan, “Apa pesan atau wejangan dari mas menteri untuk seluruh pelajar yang masih melaksanakan daring?”

Nadiem berpesan bahwa dia juga menyadari akan kesulitan dan krisis yang terjadi, baik dari ekonomi maupun kesehatan mental. Dengan adanya keringanan bantuan, penyederhanaan kurikulum, penghapusan UN, bantuan kuota belajar, berharap seluruh pelajar bisa merasakan hadirnya pemerintah. Terus semangat, bersabar dan tetap menjaga protokol kesehatan selama masa transisi ini.

“Saya tidak pernah belajar dari sukses. Saya belajar dari kegagalan, yang membuat saya sukses. Saya yakin saat adek-adek semua sudah terbebas dari masa transisi ini, akan menjadi orang yang kuat dan SDM yang unggul untuk masa depan Indonesia,” pesan motivasi di menit terakhir Nadiem Makarim. (RA)

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.