Inilah Titik Penyekatan Arus Kendaraan Mudik di Kota Malang 2021

""

 

PortalArjuna.Net – Malang, Meskipun Satgas COVID-19 telah menerbitkan peraturan tentang pengetatan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang akan membuat perjalanan mudik dilarang mulai tanggal 22 April hingga 24 Mei 2021, dan juga jajaran Satlantas Polres Malang akan melaksanakan penyekatan di titik-titik pintu masuk Kabupaten Malang sesuai dengan keputusan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yaitu pada tanggal 6-17 Mei 2021. Namun, Satlantas Polres Malang tetap akan memberlakukan pengetatan operasi yustisi sejak 22 April sampai 5 Mei 2021.

“Kita tidak ada perubahan, penyekatan tetap kita lakukan mulai tanggal 6 sampai 17 Mei 2021. Jadi, atensi dari Polda Jawa Timur untuk meningkatkan operasi yustisi mulai tanggal 22 April  hingga tanggal 5 Mei 2021,” terang Kasatlantas Polres Malang, AKP Agung Fitriansyah, pada Jumat (23/04/2021).

Selain itu, Satlantas Polres Malang juga sudah berantisipasi untuk pemudik yang bandel dan berusaha melewati jalur-jalur tikus untuk masuk ke wilayah Kabupaten Malang.

“Kita sampai saat ini sudah melakukan pendataan di mana saja jalan-jalan tikus, juga akan berkolaborasi dengan jajaran Polsek untuk berpatroli. Sampai saat ini sudah kita cek di titik-titik mana saja yang menjadi jalur tikus,” ujarnya.

Agung juga menyampaikan, selama penyekatan itu ada 7 wilayah Rayon Malang yang diperkenankan  untuk melaksanakan aktivitas seperti biasa.

“Dari awal sudah ada himbauan agar tidak mudik. Jadi, warga Malang yang boleh beraktivitas di 7 Rayon Malang mulai dari Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu, Pasuruan Kota, Pasuruan Kabupaten, Probolinggo Kota, dan Probolinggo Kabupaten,” bebernya.

Namun, jika ada pengendara yang datang dari bukan 7 wilayah tersebut, akan langsung ditindak tegas. “Nanti seumpama ada pemudik dari Jakarta ke Malang, dan saat ada penyekatan itu dia akan dikembalikan lagi di wilayah setempat,” tegasnya.

Terakhir, Agung mengatakan, peraturan ini secara tegas diterapkan kepada siapapun kecuali warga yang melakukan perjalanan dinas atau yang sedang melakukan perawatan kesehatan.

“Peraturan ini berlaku untuk siapapun, kecuali ada perjalanan dinas atau ada yang butuh perawatan yang ada surat kesehatan resmi itu boleh,” ujarnya.

Sebelum itu, Bupati Malang, Muhammad Sanusi, mengatakan ada 6 pos penyekatan untuk menghalau pemudik yang berusaha masuk ke wilayah Kabupaten Malang.

“Rencananya Pos Penyekatan akan ada di 6 titik seperti Pos Bakpao Telo Lawang, exit tol Lawang, exit tol Singosari, exit tol Pakis, Sumberpucung, dan Ampelgading,” tutupnya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.