5 Preman Diringkus Dinyatakan Beroprasi Dikawasan Ngoro Industri Mojokerto

""

Gambar : http://detik.com


PortalArjuna.Net-Mojokerto, Premanisme yang mengganggu iklim investasi dikawasan Ngoro Industri Persada (NIP), Kabupaten Mojokerto, diringkus polisi. Mereka biasa melakukan pungutan liar (pungli) untuk angkutan keluar-masuk lokasi itu.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander, mengatan sasaran utama Ngoro Industri karena kami menerima laporan terkait pungutan liar atau mengedepankan premanisme dengan menarifkan sejumlah uang kepada seluruh angkutan yang masuk dan keluar di kawasan Ngoro Industri.

“Satreskrim Polres Mojokerto berhasil mengungkap 12 kasus premanisme. Dari jumlah itu, 7 kasus hanya dilakukan pembinaan dan 5 kasus diproses tindak pidana, tersangka melakukan pungli kepada setiap supir truk yang antre bongkar barang diperusahaan tersebut sebesar RP. 10.000, dimana peraktik ini berjalan selama 8 tahun, sejak Tahun 2013 hingga 2021. Pelaku adalah KQ, ” Terangnya Dony saat jumpa pers di Mopolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Senin (14/6/2021).

Menurut Alumni Akpol 2000 ini, pihaknya juga menerima laporan dari call center 110 adanya praktik pemaksaan dalam kegiatan keluar masuk barang bekas milik pabrik harus dijual kepada preman, seperti besi bekas.

“Dengan proses pengambilan tanpa izin pemilik, sehingga barang yang diambil oleh tersangka menguntungkan kepada tersangka sendiri,” tegasnya.

Empat preman yang memaksa agar barang bekas pabrik dijual kepadanya yaitu Ad, Sd, Hr dan Sg. Keempatnya diamankan di PT Anoman Ngoro Industri Persada.
“Pihak perusahaan yang merasa terintimidasi tidak bisa berbuat apa-apa karena diancam tidak bisa beraktivitas,” jelasnya.

Dari tangan para preman itu disita 13 bendel kwitansi pembayaran, 2 unit gerinda, 2 unit motor, 1 unit mobil pikap L300 bernopol S 8003 NF bermuatan besi tua dan uang tunai Rp 600 ribu.

“Yang bersangkutan bisa mendapatkan kurang lebih Rp 41 juta satu bulan. Namun sesuai keterangan tersangka, bisa menghasilkan Rp 12 juta satu bulan. Kita akan kembangkan, karena ini tidak mungkin berjalan sendiri,” pungkasnya.

(NA)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.