Sinergi 5 Institusi, Siap Jadikan Hutan Sapen Arjuno Sebagai Laboratorium Konservasi Berbasis Herb-Biodiversity

""

PortalArjuna.Net-Pasuruan, Hutan Blok Sapen termasuk berada di Kawasan Gunung Arjuna, Salah satu kawasan hutan lindung yang dikelola oleh UPT Taman Nasional Hutan Rakyat (Tahura) Raden Soerjo, Perum Perhutani dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, sekaligus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bumi Lestari Kelurahan Mulyorejo Ledug Prigen sebagai kemitraan sosial aktif kehutanan.

Dari Luas area objek penelitian adalah 3.998 Hektare, sedangkan Luas Keliling 1,38 km. Pesona hutannya yang masih lestari, mampu menjadi pengatur iklim mikro, menjaga agregat tanah, penyimpanan sumber mata air, sumber pangan sekaligus  tempat nyaman bagi keanekaragaman spesies flora dan fauna.

Inisiatif mandiri dalam upaya menjaga ekosistem hutan tersebut, menggerakkan sinergitas peran aktif berbagai elemen stakeholder diantaranya  LMDH Bumi Lestari Ledug, PT. Tirta Investama Pandaan, LPPM ITS NU Pasuruan, LPPM Universitas Yudharta Pasuruan dan CV. Eksis Mandiri Nusantara.

Zainal Ahwan, Community Orgnizer for Herb Bio-Diversity dari Lembaga Eksis Nusantara menyebutkan, Hutan Blok Sapen sangat berpotensi strategis untuk pengembangan eduwisata yang berkelanjutan, yakni konservasi berbasis Herb – Biodiversity. ”Sangat Positiflah, pemanfaatan hutan menjadi eduwisata sekaligus laboratorium konservasi menjadi salah satu cara strategis, sekaligus untuk menjaga kelestarian dan keberlangsungannya”, Ujarnya ketika dihubungi tim redaksi, Kamis (22/7/2021)

Amang FR menambahkan, hasil penelitian tahun 2016-2017 menyebutkan terdapat 17 jenis vegetasi tanaman tegakan dan bawahan, dominasi 79,21% untuk Pohon Mahoni dengan jumlah tumbuhan dibawahnya terdapat 137 spesies dari 43 famili, Prosentase 16,26% adalah pohon Pinus dengan 73 spesies dari 31 famili tumbuhan. Tutur Manager Program Herb-biodiversity.

Di sisi lain, Kord. CSR Program Konservasi hayati (KEHATI) PT. Tirta Investama Pandaan Mulyono Wibisono menambahkan bahwa untuk mewujudkan Hutan Arjuno sebagai pusat edukasi alam, maka perlu diperlukan sinergi dari berbagai pihak dengan resoursis masing-masing baik peneliti dari perguruan tinggi, NGO, pemerintah, LMDH serta Perusahaan. Dari pertemuan tersebut dihasilkan sebuah model galery alam dengan nama Taman Kehati Sapen Nusantara (TKSN), ujarnya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.