Pasuruan, Jawa Timur
Rabu, 10 Juni 2026

Mendekati Hari Raya Kurban, Peternak Di Kecamatan Lekok Alami Kerugian Besar-Besaran Akibat Wabah PMK

PortalArjuna.Net – Mendekati hari raya kurban, peternak sapi di kecamatan Lekok sangat susah dan resah, pasalnya saat ini terdapat wabah yang menyerang sapi-sapi mereka. Wabah tersebut bernama wabah PMK, yakni sejenis penyakit mulut dan kuku. Bagian yang rentan terserang wabah tersebut adalah bagian dari mulut dan kuku sapi.

Sudah banyak sapi yang mati karena tidak berhasil di obati. Untuk itu, sebagian peternak sapi melakukan berbagai cara agar sapi-sapi mereka dapat bertahan hidup, seperti memberikan jamu tradisional yang berupa kunyit dan daun sirih, ada juga yang memberikan air kelapa merah, bahkan sebagian peternak ada yang memberikan obat Pastak, yakni obat penghilang hama yang seharusnya di gunakan untuk menghilangkan hama di sawah.

Bapak Abdur Rahman, peternak yang tinggal di desa Balung Anyar, Kecamatan Lekok ini merupakan salah satu dari puluhan peternak yang sapinya terserang wabah PMK. Beliau menjelaskan awal mula sapi-sapi miliknya terkena wabah PMK.

“Awalnya sapi-sapi saya mengeluarkan cairan dari hidung, kemudian kukunya berubah menjadi hitam lebam, kulitnya menjadi lembab, dan nafsu makannya mulai berkurang, sehingga menyebabkan sapi-sapi saya lemas dan tidak mengeluarkan air susu. Dari sini saya mulai curiga kalau sapi saya terkena wabah PMK, dan ternyata benar,” Terangnya pada Tim Portal Arjuna (01/07/2022).

Setelah mengetahui sapi-sapinya terkena wabah PMK, beliau segera memberikan beberapa obat dan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan sapi-sapinya.

“Saya sudah melakukan segala cara untuk menyelamatkan sapi-sapi saya, karena bagi saya sapi merupakan penghasilan utama saya,” Ujar Beliau.

Akibat dari wabah PMK tersebut, para peternak mengalami kerugian besar-besaran. Pasalnya selain banyak sapi-sapi mereka yang mati, minat pembeli sapi pun juga menurun, hal ini diakibatkan karena para pembeli takut jika sapi-sapi yang dianggap sehat ternyata juga tertular wabah PMK tersebut.

(ZM)

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial