Pasuruan, Jawa Timur
Senin, 4 Maret 2024

Yuk Mengulik Asal Usul Candi Binangun Bersama Kelompok 11 KKN Universitas Yudharta Pasuruan!

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

PortalArjuna.net – Candi Binangun merupakan candi yang berada di Dusun Krajan, Desa Candi Binangun, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Candi ini menjadi penghubung antara Desa Candirobo dengan Desa Kalirejo. Berbeda dari Candi pada umumnya, Candi Binangun saat ini hanya tersisa puing-puing dan pondasinya saja.

Menurut sejarah, pada zaman Kerajaan Majapahit Candi Binangun telah dua kali diruntuhkan oleh Patih Gajah Mada. Hal ini membuat Candi Binangun dipindahkan ke Desa bernama Desa Binangun. Nama Binangun tersebut diambil dari Candi Binangun itu sendiri. Namun, tak lama kemudian Candi tersebut berubah nama menjadi Candi Jawi.

Diketahui pada tahun 2000, di Candi Binangun masih terdapat batu aksara jawa. Namun saat ini batu tersebut sudah tidak lagi diketahui keberadaannya.

Untuk mengulik lebih dalam tentang Candi Binangun, kelompok 11 KKN Universitas Yudharta Pasuruan melakukan observasi secara langsung ke tempat berdirinya Candi Binangun tersebut (12/07/2022).

Didampingi oleh Bapak Imron, yang merupakan salah satu warga Desa candi Binangun, kelompok 11 KKN mendapat fakta menarik dari Candi Binangun. Beliau mengatakan bahwa sisa Candi Binangun sengaja tidak dirawat, karena untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Puing-puing Candi disini memang sengaja tidak dirawat dan dibiarkan begitu saja ditengah persawahan, karena dikhawatirkan menjadi sumber kemusyrikan dengan cara menyembah candi,” Tutur Beliau.

Tak sampai disitu saja, Beliau juga mengungkapkan bahwa sempat ada beberapa orang Bali datang ke Desa Binangun untuk menggali bekas dari Candi Binangun.

“Bukan hanya itu saja, Orang Bali pun rela jauh-jauh datang ke Des Candi Binangun untuk menggali bekas Candi, karena disana banyak terdapat artefak, stupa, dan peninggalan candi lainnya,” Imbuhnya.

Selain itu, di lokasi Candi Binangun terdapat sebuah pohon besar yang masih berdiri kokoh. Pohon tersebut diberi nama Pohon Tembesi. Pemberian nama pohon tersebut terkesan unik, karena siapapun yang akan memotong Pohon Tembesi, alat yang akan digunakan akan rusak dan bahkan orang yang akan mencoba memotongnya dapat mengalami gangguan jiwa (gila).

(AN)

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial