“Blusukan Desa Gerbo”, Eksplore Desa Gerbo Lebih Dalam

""

PortalArjuna.net – Desa Gerbo merupakan salah satu desa terbesar kedua di Kabupaten Pasuruan setelah Desa Kejapanan, Gempol. Desa yang berada di kawasan dataran tinggi ini, berlokasi di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Perlu diketahui, awal mula nama Desa Gerbo diambil dari dua kata yakni Tengger dan Nebo. Kata tersebut tentunya memiliki filosofi tersendiri, menurut salah satu tokoh masyarakat Desa Gerbo, dahulu terdapat orang-orang Tengger yang menebo atau dalam Bahasa Indonesia menebo artinya membabat, menebas pohon di daerah Desa Gerbo. Dari sinilah muncul dua kata tersebut.

Desa yang sebagian masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani dan peternak sapi perah ini, memiliki kurang lebih 70 RT, 13 RW, dan 6 Dusun. Beberapa dusun tersebut diantaranya, Dusun Kejoren, Dusun Tengah, Dusun Jajangan, Dusun Pager Gunung, Dusun Rojo Pasang, dan Dusun Lor Kali.

Pada awal pelaksanaan program KKN Tematik ini, para mahasiswa diberikan kesempatan untuk blusukan dan bersilaturrahmi secara langsung kepada tokoh-tokoh masyarakat, pada Jum’at (30/09/2022).

Tujuan dari kegiatan tersebut untuk membangun chemistry serta menjalin kedekatan antara mahasiswa KKN Tematik, tokoh masyarakat, dan masyarakat Desa Gerbo. Hal ini tentunya demi kelancaran program pembangkitan ‘Desa Wisata’ yang akan dijalankan pada KKN Tematik selama tiga bulan kedepan. Beberapa tokoh masyarakat yang dikunjungi diantaranya Ketua RT. 01, Ketua RW.12, dan Ketua RW.13.

Dari Ketua RW.13 yakni Bapak Nolah, mahasiswa KKN Tematik mendapatkan sejumlah informasi mengenai salah satu Dusun di Desa Gerbo, yakni Dusun Kejoren. Beliau mengungkapkan bahwa nama Kejoren diambil dari kisah dahulu.

Dimana dahulu terdapat masyarakat perantau yang menetap untuk bekerja di perkebunan pohon ‘ren’ atau aren. Mereka bekerja tanpa henti dan tak kenal lelah. Sehingga terbentuklah nama Kejoren, yang berarti ‘kerjo ora leren-leren’ atau dalam Bahasa Indonesia artinya kerja tidak berhenti.

“maka dari itu, nggak heran kalau masyarakat disini bekerja tidak berhenti-henti, mulai setelah Shubuh sampai menjelang Maghrib. Itupun biasanya setelah Maghrib masih ada yang bekerja,” Ucap Beliau

Beliau juga menambahkan bahwa hasil pertanian yang paling banyak ditanam masyarakat adalah Kubis, Kacang Panjang, Wortel, dan Tomat.

Selain itu, terdapat juga kearifan lokal yang masih terjaga yakni Grebek Desa. Kegiatan tersebut dilakukan setiap tahunnya sebagai bentuk peringatan sekaligus selamatan desa agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Untuk tanggal penetapan Gebek Desa itu tidak tentu. Kemarin dilaksanakan berbarengan dengan peringatan bulan Syuro. Biasanya Grebek Desa itu dilakukan secara besar-besaran, oleh semua masyarakat Desa Gerbo,” Tutur Beliau.

Kesenian seperti Pencak Dor, Al-Banjari, dan Pencak Silat juga masih terjaga di Desa Gerbo. Pasalnya banyak pemuda yang masih menjaga akan kelestarian dari kesenian tersebut.

Dilihat dari potensi-potensi tersebut, Desa Gerbo nantinya mampu dieksplore menjadi Desa Wisata yang berfokus pada Alam, Edukasi dan Kebudayaan.

(AN)

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.