
PortalArjuna.net –Salah satu bisnis UMKM yang diminati adalah produk-produk kerajinan tangan. Keunikan dari produk ini bahkan dinilai mampu menjangkau pasar.
Saat ini, perabotan rumah tangga yang terbuat dari anyaman bambu semakin langka. Karena kalah bersaing dengan produk modern berbahan plastik.
Mak Yul, warga Dusun Kejoren, Desa Gerbo, Kecamatan Purwodadi hingga kini masih bertahan membuat perabotan rumah tangga berbahan bambu.
Melalui tangan terampilnya, beliau kerap dibanjiri pesanan dari masyarakat. Untuk itu, beliau sering kali menyediakan stok berbagai macam perabotan rumah tangga dari anyaman bambu yang disimpan di gudang penyimpanannya.
Di usianya yang tidak muda lagi, nenek masih terampil menganyam bilah bambu menjadi barang-barang kebutuhan rumah tangga.
“Ini kerajinan karya saya ada Irik, Idik, Ilir, Kalo, Tumpu. Semuanya terbuat dari anyaman bambu. Pekerjaan ini sudah lama saya tekuni hampir 50 tahun” tuturnya, Jum’at (14/10/2022).
“Potongan pohon bambu yang sudah kering dibelah tipis-tipis terus dijemu lagi, baru dianyam untuk dibentuk sesuai yang mau dibuat,” lanjutnya.
Mak Yul lalu menceritakan proses pembuatan anyaman bambu yang terbilang simpel namun memerlukan keahlian dan kesabaran, Butuh waktu 30 menit untuk menyelesaikan satu buah Irik berukuran sedang.
Hasil anyaman dari bambu tidak sekedar memiliki fungsi praktis, tapi juga fungsi estetis. Kerajinan anyaman yang dihasilkan pun bukan sekadar barang, tapi juga mampu menjadi pemanis mata yang bernilai seni dan indah.
Di tengah serbuan benda-benda plastik yang harganya lebih murah, kerajinan anyaman bambu mampu bertahan dan memiliki pembeli setia.
Namun demikian, diperlukan bantuan dari berbagai pihak agar kerajinan anyaman bambu dapat terus bertahan dan berkembang. Selain merupakan hasil kerajinan tradisional masyarakat Indonesia, dibanding benda-benda plastik, anyaman bambu sangat ramah lingkungan.
(AD)











