
PortalArjuna.net -Hutan mangrove sudah lama dikenal asal wisata Pasuruan, selain menikmati keindahan hutan mangrove wisata alam ini juga bisa memperkenalkan wisatawan yang datang untuk lebih mencintai lingkungan, sehingga tetap lestari dan memberi banyak manfaat, Sabtu (15/11/2022).
Sementara, pohon mangrove bertengger kokoh di areal sabuk hijau (green belt) sepanjang 183 hektar, yang berada di Desa Penunggul, bahkan Kementerian Kedaulatan dan Perikanan (KKP) merehabilitasi sebanyak 8,7 hektar kawasan mangrove yang terletak di Pasuruan.
Sebagai kawasan wisata Mangrove, pihak pengelola tidak membebankan tiket masuk. Hanya saja, setiap wisatawan yang datang diwajibkan menjaga kebersihan. Yakni tidak membuang sampah sembarangan di sepanjang area pantai.
“Bebas untuk tiket masuk cumak harus patuh dengan peraturan kebersihan” Hingga kini, wisata mangrove dikunjungi setiap weekend alias sabtu dan minggu.Untuk hari-hari biasa, jumlah pengunjung yang datang tidak terlalu banyak. Kata Asmanpp
Sebagai para wisatawan yang datang ke hutan Mangrove akan kita tampilkan dengan banyaknya jenis tanaman bakau yang ditanam, yang dimana jenis taman kita miliki seperti Rhyzapora Mucronata, Abisina Alba, Rhyzapora Apiculata, dan Alasina Marina. Ada juga 14 spesies hewan khas pantai yang bisa dilihat. Yakni bandeng, belanak, glodok, keong, tiram, kerang hijau, kadal, biawak, ular, burung kuntul putih, kepiting bakau, udang putih, rajungan, dan capung.
Hingga saat ini, pak Rifai selaku Kepala Desa Penunggul mengaku telah menyiapkan banyak program dan kegiatan dalam rangka pengembangan Desa Penunggul sebagai Ikon Wisata di wilayah timur Kabupaten Pasuruan. Mulai dari penanaman pohon gelodok di sepanjang jalan menuju Wisata Mangrove, pembersihan sampah sekitar pantai dan hutan mangrove, hingga pengembangan produk makanan dan minuman berbahan dasar buah mangrove.











