Portalarjuna.net, Pasuruan – Reshma Unaisyah, seorang siswi kelas 9 yang kini bersekolah di SLB Sengonagung,purwosari pasuruan memiliki cerita perjalanan pendidikan yang penuh liku. Sebelumnya, ia pernah keluar dari sekolah dua kali akibat tekanan psikologis yang dirasakan akibat sering menjadi korban perundungan atau bullying.
“Di sekolah dulu, saya sering dibully. Saya merasa tidak nyaman, dan akhirnya memutuskan berhenti,” ujar Reshma dengan nada pelan. Namun, sejak bergabung dengan SLB Sengonagung, kehidupannya berubah. Ia menemukan lingkungan yang ramah dan mendukung perkembangan dirinya.
Di SLB Sengonagung, Reshma bukan hanya kembali bersemangat belajar, tetapi juga berhasil menjadi ketua kelas. “Di sini, saya merasa dihargai dan didukung. Saya juga belajar banyak keterampilan baru seperti menari dan memasak, dan saya juga sangat senang mengikuti senam bersama setiap pagi hari,” tambahnya.
Malika mengungkapkan bahwa menciptakan lingkungan yang bebas dari bullying menjadi prioritas utama. “Kami selalu menegaskan kepada siswa bahwa bullying tidak boleh terjadi di sini. Kata-kata saya kepada mereka selalu sama: ‘Bullying no, sekolah yes, belajar yes.’ Hal ini untuk memotivasi mereka agar fokus pada pendidikan dan menghormati satu sama lain,” jelas Malika.
Author: Selsylia Dwi Syahrani










