Pasuruan, Jawa Timur
Sabtu, 2 Mei 2026

Tekad Seorang Ibu: Merajut Asa di Tengah Keterbatasan

Portalarjuna.net, Pasuruan – Dari Nganjuk, Ibu Tia merantau dengan semangat memutus mata rantai kemiskinan. Dengan pekerjaan mengamen siang di Purwosari dan malam di Purwodadi, dia rela melakukan apa pun demi anak-anaknya. Tidak jarang dia memungut makanan dari tong sampah untuk bertahan hidup. Tanpa bantuan pemerintah dan ditinggal suami, Ibu Tia hanya berharap anak-anaknya bisa mengenyam pendidikan dan makan dua kali sehari.

Perjalanan hidupnya mencerminkan kekuatan seorang ibu dalam menghadapi segala keterbatasan. Perceraian secara siri yang dialaminya tidak membuatnya menyerah. Meski ditinggal suami dan tidak mendapatkan nafkah, dia tetap teguh pada komitmennya untuk membesarkan dan mendidik anak-anaknya dengan sebaik mungkin. Setiap langkahnya adalah perjuangan yang tak kenal lelah.

Kehidupan di jalanan telah mengajarnya bertahan dengan cara-cara yang tak terbayangkan. Memungut makanan dari tong sampah bukan pilihan yang diinginkannya, melainkan sebuah keharusan untuk bertahan hidup. Namun, di balik kesulitan itu, tersimpan harapan besar akan masa depan anak-anaknya yang lebih baik.

Dengan penuh keyakinan, Ibu Tia kerap mengucapkan kalimat yang menggambarkan optimismenya: “Orang yang memiliki kewenangan tidak akan selamanya memiliki kewenangan tersebut, dan orang yang ada di jalanan juga tidak selamanya akan berada di jalanan.” Setiap kata yang diucapkannya terasa begitu kuat, mencerminkan tekadnya untuk tidak selamanya terjebak dalam lingkaran kemiskinan.

Meski tanpa dukungan dari pihak mana pun, Ibu Tia terus berjuang. Dia percaya bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk mengubah nasib. Setiap kali dia berdiri di lampu merah, dia tidak sekadar mencari uang, tetapi juga menanam benih-benih mimpi yang suatu saat akan tumbuh dan menghasilkan kehidupan yang lebih layak bagi keluarganya.

Author: Selinda Dwi Salsabila

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial