Pasuruan, Jawa Timur
Kamis, 30 April 2026

Banyak Wisatawan Kecele, Tak Tahu Akses Wisata Bromo Ditutup Sementara

Portalarjuna.net – Penutupan sementara akses menuju destinasi wisata Gunung Bromo, sudah disampaikan jauh-jauh hari. Namun, ternyata masih banyak wisatawan yang kecele. Penutupan sementara ini dilakukan dalam rangka Megeng atau Pati Geni Wulan Kapitu yang dilakukan warga Suku Tengger. Ritual ini dilakukan mulai Minggu (29/12) pukul 17.00 hingga Senin (30/12) pukul 17.00. Selama ritual berlangsung, akses wisata ke kawasan Gunung Bromo ditutup total.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, Minggu (29/12), di Desa Wonokerto, suasananya berbeda dari biasanya. Jalanan yang biasanya ramai wisatawan, lengang. Rumah-rumah warga terlihat sunyi. Hanya sesekali terdengar suara kendaraan milik warga Desa Wonokerto.

Penjagaan ketat dilakukan di jalur menuju Gunung Bromo. Mulai dari Simpang Kantor Desa Wonokerto hingga area Kaldera Bromo. Sejumlah personel keamanan berjaga. Banner pemberitahuan dan water barrier dipasang untuk menegaskan penutupan sementara.

Kepala Desa Wonokerto Heri Dri Hartono sebagai pintu masuk utama ke kawasan Bromo dari Kabupaten Probolinggo, Desa Wonokerto sering menjadi lokasi persinggahan wisatawan.

Saat penutupan Pati Geni, katanya masih ada wisatawan yang belum mengetahui.

“Beberapa wisatawan asing bahkan sempat tidak percaya dan memaksa tetap masuk. Kami harus menjelaskan dengan sabar hingga mereka memahami dan bersedia putar balik. Ada juga turis mancanegara yang akhirnya meminta rekomendasi destinasi wisata alternatif yang tak jauh dari kawasan tersebut,” jelasnya.

Hal ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah desa ke depan. Terutama saat penutupan kedua pada 27 Januari 2025.

“Kami berencana memasang banner informasi dalam berbagai bahasa, tidak hanya bahasa Indonesia. Agar lebih mudah dipahami oleh wisatawan mancanegara. Harapannya, kejadian serupa tidak akan terulang,” ujarnya.

Salah seorang wisatawan asal Kota Surabaya, Muhammad Efendy, 22, mengaku tidak tahu adanya penutupan wisata Gunung Bromo terkait ritual Megeng. Ia berangkat dari Surabaya bersama temannya, Dedik Mardianto, 22, hendak ke Seruni Point. Namun, perjalanan mereka harus berhenti di Balai Desa Wonokerto.

“Kami tidak tahu kalau ada acara ini, karena tidak lihat sosial media sebelumnya. Berangkatnya juga mendadak tanpa persiapan khusus. Jadi, barusan dihentikan petugas keamanan dan ditawarkan istirahat sejenak di balai desa,” katanya.

Sumber : Radar Bromo

Author : Sabilah Safira Rohmah

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial