Portalarjuna.net, Pasuruan – Empat mahasiswa Katolik STPAULUS RUTENG Nusa Tenggara Timur Indonesia menjalani program magang lintas iman di Pondok Pesantren Ngalah, Pasuruan, Jawa Timur. Program ini bertujuan untuk membangun pemahaman yang lebih mendalam tentang multikulturalisme dan pentingnya hidup berdampingan dalam keberagaman budaya dan agama (27/12/24).
Keempat mahasiswa Katolik ini terlibat dalam berbagai kegiatan magang yang dirancang untuk mengenalkan mereka pada kehidupan di pesantren, serta untuk mempelajari nilai-nilai keberagaman budaya, agama, dan sosial. Mereka mengikuti kegiatan yang melibatkan interaksi dengan para santri di pondok pesantren, serta belajar tentang praktik keagamaan, kebudayaan, dan tradisi yang ada di lingkungan pesantren Ngalah.
Program magang lintas iman ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Ngalah yang terletak di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Pesantren ini dikenal dengan pendekatannya yang terbuka terhadap pertemuan antarumat beragama dan berkomitmen untuk mempromosikan toleransi dan pemahaman antarbudaya.
Magang ini dimulai pada awal Oktober 2024 dan akan berlangsung selama tiga bulan, dengan para mahasiswa diharapkan menyelesaikan program ini pada akhir bulan Desember.
Program magang lintas iman ini bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa kepada kehidupan di pesantren serta membangun jembatan pemahaman antara berbagai kelompok agama. Dengan melihat langsung keberagaman budaya dan tradisi di pesantren, diharapkan para mahasiswa dapat lebih memahami nilai-nilai toleransi dan multikulturalisme yang dapat diterapkan di masyarakat.
Selama magang, mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan seperti pembelajaran agama, diskusi lintas iman, dan pengenalan terhadap budaya serta tradisi lokal. Selain itu, mereka juga ikut serta dalam kegiatan sosial dan keagamaan yang melibatkan santri dan masyarakat sekitar. Program ini difasilitasi oleh pengasuh pesantren yang memiliki pengalaman dalam membimbing kegiatan lintas agama.
Dengan mengikuti program ini, diharapkan para mahasiswa Katolik dapat mengembangkan pemahaman yang lebih luas tentang multikulturalisme serta kembali ke masyarakat dengan sikap yang lebih toleran dan mendukung nilai-nilai keberagaman.
Author: Khulafaur Rosyidin









