Portalarjuna.net, Pandaan – Di Tengah ramainya kuliner tradisional, Nasi Rawon Jetak Bu Sudar tetap berdiri kokoh sejak tahun 1994. Warung legendaris ini terus memikat hati pelanggan dengan cita rasa otentik dan aroma rempah yang khas. Bahkan, warung yang terletak di Pandaan ini mendapat ulasan positif dari YouTuber kuliner ternama, Nex Carlos, yang memiliki 5,7 juta subscriber.
Warung sederhana yang terletak di Dusun Jetak, Jl. Rambutan No.34, Pandaan, Pasuruan ini selalu ramai pengunjung setiap sore. Dibuka mulai pukul 15.00 hingga 22.00 WIB, warung ini hanya tutup saat lebaran. Dalam satu porsi, pengunjung akan disuguhi sepiring nasi hangat, kuah rawon kental berwarna hitam pekat, sepotong daging, dan mendol khas. Dengan harga Rp 25.000, pengunjung bisa menikmati rawon yang memiliki rasa autentik dari keluwek dan rempah yang meresap sempurna.
Nex Carlos, yang dikenal luas sebagai pengulas kuliner jalanan, mengaku terpikat sejak suapan pertama. “Kita coba kuah rawonnya dulu nih. Lucu yah, di sini dipisah. Biasanya di Surabaya sudah dicampur semua, tapi di sini kuahnya terpisah. Rempahnya terasa banget, kaldunya emmm… badabest!” ujar Carlos dalam video yang ia unggah.
Tak hanya kuahnya, daging rawon Jetak ini memiliki cita rasa yang berbeda dari rawon kebanyakan. “Dagingnya ada rasa sendiri, jerohannya digoreng jadi ada rasa manis, mirip makan nasi di Bandung,” imbuh Carlos. Proses memasaknya pun masih menggunakan cara tradisional, yakni memakai kayu bakar dan kompor minyak, sebuah tradisi yang dipertahankan sejak almarhum Bu Sudar merintis usaha ini.
Menurut Heli, anak Bu Sudar yang kini meneruskan warung ini, rahasia kelezatan rawon Jetak terletak pada resep asli yang tak berubah sejak generasi pertama. “Kami tetap pakai bumbu racikan Ibu, tidak ada yang diubah. Proses masaknya juga tetap tradisional karena menurut Ibu, itu yang bikin rasanya beda,” jelasnya.
Tak heran, warung ini tak hanya dikenal sebagai tempat makan, tetapi juga sebagai ikon kuliner di Pandaan. Rasa rawonnya yang khas, ditambah suasana hangat dan tradisional, membuat warung ini selalu dituju pecinta kuliner dari berbagai daerah. Jika Anda sedang berkunjung ke Pasuruan, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi sepiring rawon legendaris ini.
Author: Maghfiratul Laili F.S












