Pasuruan, Jawa Timur
Minggu, 17 Mei 2026

Candi Keboireng : Sejarah Peningalan Majapahit Di Pasuruan Yang Terlupakan

PortalArjuna, Pasuruan – Candi Keboireng merupakan candi peninggalan Kerajaan Singosari di Kabupaten Pasuruan. Berada di Dusun Keboireng, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol. Candi ini merupakan tempat peribadatan umat Hindu. Nama Keboireng pada candi diberikan pada saat candi ini ditemukan pada tahun 1983. Sesuai dengan nama dusun tepat candi ditemukan. Yaitu, Keboireng. Lalu pada tahun 1984, dilakukan atau ekskavasi. Dan Terakhir, ekskavasi dilakukan tahun 2020. Sebelum ditemukan, candi tersebut tertutup gumuk atau gundukan tanah yang di atasnya ditumbuhi pepohonan bambu. Gundukan itu juga dibersihkan hingga kondisinya seperti sekarang.

Pawiji, 58, ketua RT setempat menjelaskan, saat ekskavasi pertama pada tahun 1984 oleh Balai Pelestarian Budaya dari Jogjakarta, ditemukan bangunan candi induk atau candi utama. Fondasinya terbuat dari batu bata, kemudian di atasnya dari batu andesit. Panjang bangunan induk 10 meter dan lebar 7 meter, berbentuk segi empat menghadap ke barat. Saat itu juga ditemukan batu Surya Majapahit yang kini berada di Museum Trowulan. Lalu, ditemukan juga linggo dan yoni masing-masing satu buah; kepala kalla dan batu-batu bagian candi yang ada ornamennya. “Karena ditemukannya batu Surya Majapahit saat ekskavasi pertama, kuat dugaan candi ini peninggalan kerajaan Majapahit. Tapi, setelah ekskavasi kedua pada tahun 2020, diduga kuat candi ini peninggalan kerajaan Singosari,


Penjelasan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah menjelaskan, saat ekskavasi pertama memang kuat diduga candi itu peninggalan kerajaan Majapahit. Karna, saat itu juga ditemukan Surya Majapahit baru. Namun, pada saat evakuasi kedua pada tahun 2020 memberikan banyak informasi lain tentang candi ini. Salah satunya Informasi bukti arkeologis candi ini diperkirakan dibangun pada abad 13 awal dan bangunan ini sudah berusia sangat tua. Sekitar 700 – 800 tahun lebih. Yang berarti candi ini dibangun di masa Kerajaan Singosari dan kemungkinan besar digunakan sampai masa kerajaan Majapahit.

Pada ekskavasi kedua yang dilakukan selama dua pekan itu, tim juga menemukan sejumlah benda berharga. Seperti, batu kepala kalla, tiga buah candi perwara yang berada di depan candi induk atau utama. Juga pecahan arca, tembikar, ukel, genting. Ada juga tempat menyimpan uang cina atau kepeng , serta belasan batu runtuhan yang ada beberapa di antaranya memiliki relief binatang, manusia, dan flora. Dilihat dari bukti arkeologis tertua itulah, candi ini dibangun pada abad 13 awal. Jadi kuatnya diduga dibangun di masa kerajaan Singosari Kejadian ini juga didasarkan pada bentuk bangunan candi, posisi candi, termasuk temuan benda-benda di lapangan. Baik saat ekskavasi pertama pada tahun 1984, dan ekskavasi kedua pada tahun 2020. Berdasarkan bentukan, menurut pawiji, candi tersebut adalah candi pendarmaan yang artinya dibangun untuk menghormati tokoh tertentu yang dihormati. “tempat itu juga merupakan tempat peribadatan agama Hindu tertentu saat itu,” imbuhnya.

Author ; Kontributor

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial