Portalarjuna.net, Pasuruan, – Harga cabai di Pasar Karangketug, Kota Pasuruan, melonjak drastis dalam beberapa hari terakhir. Naiknya harga ini menjadi keluhan utama baik bagi pedagang maupun konsumen (7/1/2025). Berdasarkan pantauan, kenaikan harga dipicu oleh curah hujan yang tinggi yang mempengaruhi persediaan cabai dari petani.
Panji, salah satu pedagang cabai di Pasar Karangketug, mengungkapkan bahwa modal yang semakin tinggi memaksa mereka menaikkan harga jual. “Modal sudah tinggi, jadi kami terpaksa menaikkan harga jual,” ujar Panji saat ditemui pada Selasa (7/1/2025). Kenaikan ini tentu berdampak pada daya beli masyarakat, yang kini harus berpikir ulang untuk membeli kebutuhan pokok tersebut.
Hal ini juga dirasakan oleh konsumen, seperti Nuriyah, seorang ibu rumah tangga yang mengeluhkan dampak kenaikan harga terhadap anggaran belanjanya. “Saya harus mengurangi belanja cabai karena mahal sekali. Beban rumah tangga jadi berat,” keluh Nuriyah.
Sementara itu, Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan, Rizki Pramita, menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi menjadi salah satu faktor utama penyebab kenaikan harga cabai dan sayuran.
“Curah hujan tinggi menjadi faktor utama kenaikannya harga cabai dan sayuran. Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah lain untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok,” ujar Rizki.(7/1/2025). Dilansir dari detik.com.
Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah strategis untuk mengatasi kenaikan harga ini, seperti operasi pasar atau memperbaiki jalur distribusi agar pasokan cabai tetap stabil. Hingga berita ini diturunkan, harga cabai masih belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Author: Muhammad Misbahurrozaq









