Pasuruan, Jawa Timur
Kamis, 23 April 2026

Lukisan Raden Saleh Terjual Puluhan Miliar di SingapuraP

Portalarjuna.net, Wonorejo – Lelang Sotheby’s Singapore yang berlangsung akhir pekan lalu, bertepatan dengan Singapore Art Week 2025, mencatatkan sejarah baru bagi dunia seni rupa Indonesia. Dua lukisan karya maestro Raden Saleh Sjarif Boestaman, yang sebelumnya belum pernah dipamerkan kepada publik, berhasil terjual dengan harga fantastis, membuktikan daya tarik dan nilai seni karya sang pelukis legendaris yang terus meningkat di pasar internasional. Kedua lukisan tersebut, yang menampilkan keindahan lanskap Jawa abad ke-19, berhasil menarik perhatian para kolektor dan pecinta seni dari seluruh dunia, menghasilkan total penjualan yang mencapai puluhan miliar rupiah. Lukisan pertama yang dilelang adalah “Lanskap Jawa: Pemandangan Merbabu dan Merapi,” sebuah karya agung yang dilukis pada tahun 1862 dengan ukuran kanvas yang cukup besar, yaitu 77 x 102 cm. Lukisan ini menampilkan pemandangan Gunung Merbabu dan Gunung Merapi yang megah, dengan detail yang luar biasa dan perpaduan warna yang memukau. Sebelum dilelang, lukisan ini ditaksir akan terjual dengan harga antara Rp11 miliar hingga Rp26 miliar. Namun, antusiasme para peserta lelang melampaui ekspektasi, dan akhirnya lukisan ini berhasil terjual dengan harga yang jauh lebih tinggi, yaitu Rp24,4 miliar. Harga jual ini menunjukkan apresiasi yang sangat tinggi terhadap karya Raden Saleh dan kualitas seni lukisnya yang tak tertandingi. Sementara itu, lukisan kedua yang dilelang adalah “Lanskap Jawa: Pemandangan Talagabodas,” sebuah karya yang lebih kecil dengan ukuran 35,8 x 61 cm. Lukisan ini menampilkan pemandangan indah Talagabodas, sebuah lokasi yang ikonik di Jawa pada abad ke-19. Meskipun ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan “Lanskap Jawa: Pemandangan Merbabu dan Merapi,” lukisan ini juga berhasil menarik perhatian para kolektor dan menghasilkan persaingan penawaran yang sengit. Sebelum dilelang, lukisan ini ditaksir akan terjual dengan harga antara Rp1,5 miliar hingga Rp3,3 miliar. Namun, setelah melalui proses penawaran yang berlangsung selama sekitar 10 menit, lukisan ini akhirnya terjual dengan harga yang jauh melampaui taksiran awal, yaitu Rp7,7 miliar. Harga jual yang fantastis ini menunjukkan bahwa karya-karya Raden Saleh yang lebih kecil pun tetap memiliki nilai seni yang tinggi dan sangat dihargai oleh para kolektor. Kedua lukisan tersebut merupakan bukti nyata akan kehebatan Raden Saleh sebagai pelukis legendaris Indonesia yang mampu memadukan unsur romantisme khas Eropa dengan elemen-elemen budaya Jawa yang kental. Raden Saleh, yang sering disebut sebagai Bapak Seni Rupa Modern Indonesia, merupakan salah satu pelukis Asia pertama yang berkesempatan belajar secara profesional di Eropa. Ia menghabiskan beberapa tahun di Eropa pada tahun 1820-an untuk mempelajari seni lukis di berbagai negara, termasuk Belanda, Jerman, Prancis, Austria, dan Italia. Pengalamannya di Eropa sangat memengaruhi gaya dan teknik melukisnya, yang kemudian terwujud dalam karya-karya indahnya yang memadukan unsur-unsur Eropa dan Jawa. Bahkan, pada tahun 1844, Raden Saleh pernah menjabat sebagai pelukis istana kerajaan Belanda. Setelah kembali ke Hindia Belanda pada tahun 1851, Raden Saleh terus berkarya dan menghasilkan berbagai lukisan bersejarah yang hingga kini tetap dikenal dan dihargai, seperti “Penangkapan Pangeran Diponegoro”, “Pemandangan Jawa”, “Harimau yang Mendengarkan Suara Pengembara”, “Enam Pengendara Kuda Mengejar Rusa”, “Perburuan Rusa”, dan “Sebuah Banjir di Jawa”. Penjualan kedua lukisan langka ini di lelang Sotheby’s Singapore merupakan bukti nyata bahwa karya-karya Raden Saleh terus dihargai dan menjadi bagian penting dari sejarah seni rupa Indonesia dan dunia. Dikutip dari CNN Indonesia

Author : M.Rizal Septiawan

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial