Patriark Theophilos III mengangkat api suci dari makam kudus, foto diambil dari laman resmi Patriarkat Yerusalem
Portalarjuna.net, Yerusalem – Ribuan umat Kristen (Katolik dan Ortodoks) dari berbagai belahan dunia memadati Gereja Makam Kudus di Yerusalem pada Sabtu Suci (Holy Saturday) untuk menyambut kehadiran Api Suci—sebuah tradisi kuno yang dianggap sebagai mukjizat tahunan menjelang Paskah (19/04/2025). Tahun ini, perayaan terasa semakin istimewa karena untuk pertama kalinya sejak 2017, umat Gereja Ortodoks dan Katolik Roma merayakan Paskah pada hari yang sama.
Sekitar pukul 14.30 waktu setempat, Patriark Ortodoks Yunani Yerusalem, Theophilos III, keluar dari Aedicule—struktur kecil yang menaungi makam Yesus Kristus—membawa dua ikat lilin berisi 33 batang yang telah menyala oleh Api Suci. Ia menyerukan, “Come, receive the light from the unwaning light,” sembari membagikan cahaya itu kepada umat yang menanti dengan penuh haru dan pengharapan. Suasana pun segera dipenuhi nyala lilin, dentang lonceng, serta nyanyian rohani yang menggema di seluruh sudut gereja.
Ritual ini dimulai ketika Patriark memasuki ruang makam dalam gelap, tanpa mengenakan pakaian kebesaran, hanya dengan jubah putih (sticharion) dan obor yang belum menyala. Beberapa saat kemudian, ia kembali keluar dengan obor yang telah menyala oleh Api Suci—fenomena yang secara spiritual diyakini sebagai simbol kebangkitan Kristus. Meski telah berabad-abad berlangsung, proses kemunculan api ini tetap menjadi misteri yang belum bisa dijelaskan secara ilmiah.
Mukjizat ini tak pernah dapat dijelaskan, namun selalu mampu menguatkan iman jutaan umat setiap tahunnya, ujar seorang peziarah. Sementara itu, seorang umat lainnya menambahkan, “Setiap tahun, kami menyaksikan terang yang datang bukan hanya ke dalam ruangan, tetapi ke dalam hati.”
Yang menarik, perayaan Api Suci di Gereja Makam Kudus tidak hanya dilakukan oleh Gereja Ortodoks Yunani, melainkan juga melibatkan seluruh yurisdiksi Kristen yang memiliki hak liturgis di situs suci tersebut, termasuk Ortodoks Armenia, Ortodoks Koptik, Ortodoks Siria, hingga Gereja Katolik Roma. Momen langka ini memperkuat pesan persatuan iman di tengah keragaman tradisi.
Api Suci yang menyala di Yerusalem juga kembali dibawa ke berbagai negara. Di Rusia, Yayasan St. Andrew the First-Called mengirimkan nyala suci ini ke Moskow dan 15 gereja lainnya. “Sejak 2003, kami telah membawa Api Suci ke Rusia sebagai lambang kebangkitan dan persatuan iman,” ujar perwakilan yayasan sebagaimana dikutip media setempat.
Tradisi turun-temurun ini tetap menjadi puncak spiritual dalam kalender liturgi umat Ortodoks dan kini juga menjadi simbol harapan dan persatuan lintas gereja dalam merayakan kebangkitan Kristus.
Author: Muhammad Iqbal Sya’bani











