Pasuruan, Jawa Timur
Rabu, 22 April 2026

Galungan dan Dharma dalam Kehidupan Umat Hindu

Sumber Foto Instagram.com/darmanagita_

Portalarjuna.net,
Pasuruan – Umat Hindu di seluruh Indonesia, khususnya di Bali, tengah merayakan Hari Raya Galungan pada hari ini, Rabu (23/4/2025). Galungan merupakan salah satu hari besar dalam agama Hindu yang memperingati kemenangan dharma (kebenaran) atas adharma (kejahatan).

Perayaan Galungan berlangsung setiap 210 hari sekali, berdasarkan sistem kalender Pawukon khas Bali. Puncak Galungan jatuh pada hari Buda Kliwon Dungulan, dan akan diakhiri dengan Hari Kuningan sepuluh hari kemudian.

Meskipun identik dengan Bali, Galungan juga dirayakan oleh umat Hindu di berbagai wilayah Indonesia seperti Lombok, Lampung, Banyuwangi, Blitar, hingga Kalimantan. Bahkan, komunitas Hindu Bali yang berada di luar negeri pun tetap melaksanakan perayaan ini dengan berbagai penyesuaian.]

Menurut sejumlah lontar seperti Purana Bali Dwipa dan Aji Sangkya, perayaan Galungan telah dikenal sejak abad ke-10, pada masa Mpu Kuturan, seorang tokoh penting dalam penyatuan ajaran Hindu di Bali. Sementara itu, prasasti dari masa Kerajaan Warmadewa juga menunjukkan adanya pelaksanaan ritual besar umat Hindu yang diyakini berkaitan dengan tradisi Galungan, meskipun belum disebutkan secara eksplisit.

Galungan memiliki makna mendalam bagi umat Hindu, yakni sebagai momentum spiritual untuk menguatkan kembali tekad dalam menjalani hidup berdasarkan dharma. Tradisi ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hubungan dengan leluhur, menjaga keseimbangan hidup, dan terus memilih jalan kebaikan meskipun di tengah tantangan zaman.

“Galungan bukan hanya soal ritual, tapi juga soal refleksi hidup—bagaimana kita mempertahankan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar I Gusti Esa Sora, mahasiswa Hindu asal Bali yang kini merantau di Jawa Timur.

Tradisi ini tidak hanya merepresentasikan ajaran agama, tetapi juga menggambarkan filosofi hidup yang universal: bahwa dalam setiap manusia selalu ada perjuangan antara kebaikan dan keburukan.

Author: Muhammad Iqbal Sya’bani

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial