Portalarjuna.net, Jakarta – Keluarga Kenzha Ezra Walewangko (22), seorang mahasiswa UKI yang meninggal, membantah pernyataan Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly yang menyatakan bahwa mereka menolak otopsi. Ayah korban, Happy Walewangko, menegaskan bahwa sejak awal ia telah menyetujui proses otopsi untuk mengungkap fakta di balik kematian anaknya.
“Kapolres mengatakan bahwa kami tidak memberikan izin untuk otopsi, itu tidak benar. Pada tanggal 5 pagi, kami dihubungi dan diminta persetujuan untuk melakukan otopsi. Saya sebagai ayah langsung menyetujuinya,” ujar Happy dalam rapat dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat seperti dilansir dari Kompas.com. (30/4/2025)
Happy mengungkapkan bahwa ia segera menerima tawaran untuk melakukan otopsi. Ia berharap agar penyebab kematian putranya dapat terungkap. “Karena anak saya sudah tiada, tidak masalah jika diotopsi agar semuanya bisa jelas. Itulah yang ingin saya sampaikan,” tegasnya.
Author : M. Valy Nashih









