Portalarjuna.net, Pandaan – Ratusan melon hidroponik berhasil dipanen pada Sabtu pagi (31/5/2025) di Green House Melon “Jati Unggul” milik BUMDesa Kujati Perdana, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini menandai panen perdana sekaligus peluncuran resmi program pertanian hidroponik yang digagas sebagai bentuk inovasi desa dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh seluruh perangkat desa, tamu undangan, dan para pembeli. Selain itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Wijaya Putra Surabaya turut andil dalam membantu jalannya acara, mulai dari pengelolaan pembeli, penimbangan hasil panen, hingga branding produk melon.

Tercatat lebih dari 60 pembeli telah melakukan pemesanan sebelumnya, sementara puluhan pengunjung yang hadir di lokasi turut membeli langsung. Rata-rata berat melon mencapai 2 kilogram, dengan harga jual Rp. 30.000 per kilogram.
Tiga jenis varietas melon unggulan dipanen hari itu, yakni Aurora, Intanon, dan Golden Aroma yang ditanam secara hidroponik di dalam green house.
Lurah Desa Karangjati, Kuyatip, menyebutkan bahwa green house ini menjadi tonggak transformasi potensi desa. “Ini adalah sejarah baru di Desa Karangjati. Dulu tempat ini sempat terbakar, tapi hari ini jadi rumah pertanian modern.” ujarnya.
Direktur BUMDes Kujati Perdana, Kokok Erkoyo, menambahkan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk hasil pertanian, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat. “Ini baru langkah awal dari program pertanian kita. Harapannya ke depan nggak cuma panen, tapi juga jadi tempat belajar buat warga.” jelasnya.
Selain berfungsi sebagai lahan produksi, green house ini juga menjadi sarana edukasi. Warga desa kini dapat belajar langsung menanam melon hidroponik sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat.
Salah satu pengunjung, Ilham, mengungkapkan kegembiraannya bisa ikut memetik langsung dari kebun. “Melonnya besar-besar dan manis. Seru sekali bisa metik sendiri,” katanya.
Untuk saat ini, penjualan melon masih difokuskan untuk pasar lokal. Namun BUMDes berencana memperluas jangkauan distribusi di masa mendatang.
Author: Muhammad Iqbal Sya’bani










