Portalarjuna.com, Pasuruan – Laga Arema FC kontra Persik Kediri di Stadion Kanjuruhan, Minggu, kembali tercoreng insiden. Pertandingan yang berakhir dengan kekalahan telak 0-3 bagi Singo Edan ini menjadi laga perdana Arema kembali ke Kanjuruhan usai Tragedi 1 Oktober 2022.(11/05/2025)
Kembalinya Arema ke stadion yang pernah menelan 135 korban jiwa dan melukai ratusan lainnya seharusnya menjadi momen refleksi. Namun, ketegangan kembali mencuat selepas pertandingan.
Bus rombongan tim Persik Kediri dilempari batu oleh oknum tak dikenal saat meninggalkan area stadion. Lemparan batu tersebut memecahkan kaca bagian depan samping kiri bus.
Akibat insiden ini, pelatih Persik, Divaldo Alves, mengalami memar di bagian kepala, sementara asistennya menderita luka ringan.
Insiden tersebut memicu reaksi dari salah satu pemain Persik, Ze Valente, yang turut mencetak gol dalam pertandingan tersebut. Lewat akun Instagram pribadinya, ia menuliskan sindiran: “Kami tak pernah belajar. Tapi lebih baik tak mengatakan apa yang saya pikirkan.”dikutip dari detik.com. Unggahan tersebut kemudian dihapus, namun tangkapan layarnya telah tersebar luas di media sosial.
Stadion Kanjuruhan hingga kini masih menyisakan luka mendalam bagi sepakbola nasional. Insiden yang terjadi pada 2022 menjadi salah satu tragedi paling kelam dalam sejarah olahraga Indonesia.
AUTHOR : Azimmatuz Zahro Laily






