Portalarjuna.net, Purwosari – Menjelang Hari Raya Waisak yang jatuh pada Senin (12/05/2025), umat Buddha di berbagai daerah mulai melaksanakan tradisi Pindapata. Tradisi ini merupakan salah satu prosesi sakral yang menggambarkan penghormatan umat kepada para biksu.
Dalam tradisi Pindapata, para biksu dan biksuni berjalan kaki ke permukiman warga untuk menerima persembahan berupa makanan atau kebutuhan sehari-hari. Umat memberikan sedekah itu sebagai bentuk rasa terima kasih dan dukungan terhadap kehidupan spiritual para biksu. Meski sederhana, tradisi ini mengajarkan nilai-nilai penting seperti ketulusan, kerendahan hati, dan semangat berbagi.
Sebelum memulai prosesi, para biksu membaca doa atau parita di vihara. Mereka berharap agar pelaksanaan Pindapata berjalan lancar tanpa hambatan. Saat prosesi berlangsung, umat menyambut para biksu dengan menangkupkan kedua tangan di dada sebagai tanda hormat. Beberapa umat bahkan melepas alas kaki mereka untuk menunjukkan kerendahan hati.
Umat biasanya memberikan empat kebutuhan pokok, yaitu civara (jubah), ahara (makanan dan minuman), senāsana (tempat tinggal), dan bhesajja (obat-obatan). Para biksu menerima persembahan tersebut menggunakan patta (mangkuk sedekah) yang mereka bawa selama perjalanan.
Para biksu tidak menerima uang secara pribadi maupun terlibat dalam kegiatan jual-beli. Pengurus vihara bertanggung jawab mengelola sumbangan dana untuk kegiatan pendidikan, keagamaan, atau pembangunan fasilitas ibadah.
Setiap vihara atau komunitas Buddha menentukan sendiri waktu dan rute Pindapata. Meskipun berbeda-beda, seluruh umat tetap menjaga makna spiritual dan kebersamaan yang menjadi inti dari tradisi ini
Author : Abd Rasyid Shofi Nasrullah









