Portalarjuna.net, Pasuruan – Generasi Z, yang tumbuh besar di era digital, menghadapi tantangan kesehatan yang kompleks akibat gaya hidup yang didominasi teknologi dan lingkungan obesogenik. Penggunaan internet yang tinggi, kurangnya aktivitas fisik, dan konsumsi makanan tidak sehat menjadi ancaman serius bagi kesehatan mental dan fisik generasi muda ini.
Data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa penetrasi internet di Indonesia mencapai 79,5% pada tahun 2024, dengan Gen Z sebagai pengguna mayoritas (34,40%). Namun, kemudahan teknologi ini membawa dampak negatif, seperti berkurangnya aktivitas fisik akibat terlalu lama menatap layar gawai untuk bermain game, menonton video, atau berinteraksi di media sosial.
“Penggunaan gawai yang berlebihan dapat membuat masyarakat muda kurang beraktivitas fisik, meningkatkan risiko obesitas dan penyakit tidak menular seperti hipertensi, penyakit jantung, stroke, dan diabetes,” demikian peringatan dari Kementerian Kesehatan RI melalui ayosehat.kemkes.go.id.
Selain itu, Gen Z juga terpapar pada lingkungan obesogenik dengan mudahnya akses ke makanan cepat saji, minuman manis, dan jajanan tinggi kalori. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa penderita diabetes dan hipertensi dengan obesitas sentral lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak obesitas.
Namun, di tengah tantangan ini, ada juga peluang bagi Gen Z untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan menuju hidup sehat. Banyak dari mereka yang mulai beralih ke diet berbasis tumbuhan, memprioritaskan keberlanjutan, dan mencari inspirasi di media sosial untuk gaya hidup sehat. Aplikasi kesehatan mental dan platform digital juga memfasilitasi akses ke berbagai rutinitas workout di rumah.
Klinik Keluarga menyoroti bahwa lebih dari 90% Gen Z melaporkan merasa tertekan akibat tekanan akademik, masalah keuangan, dan dampak media sosial. Untuk mengatasi masalah ini, banyak yang mencari terapi, meditasi, dan menggunakan aplikasi kesehatan mental.
Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian Kesehatan RI menganjurkan batasan konsumsi gula (50 gram/hari), garam (5 gram/hari), dan lemak (67 gram/hari). Selain itu, penting juga untuk memilih gaya hidup sehat dengan beraktivitas fisik minimal 30 menit sehari, berjalan kaki, membatasi penggunaan gawai, mengganti camilan tidak sehat, membawa bekal, minum air putih 8 gelas sehari, dan istirahat cukup.
Dengan kesadaran yang meningkat dan tindakan yang tepat, Gen Z memiliki potensi untuk menjadi pelopor dalam gaya hidup sehat dan berkelanjutan, yang tidak hanya bermanfaat bagi diri mereka sendiri, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan. Dukungan dari keluarga, sekolah, dan pemerintah sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan generasi muda ini.
Author: Rizky nur I.M









