Portalarjuna.net, Pasuruan — Di tengah semakin maraknya minuman modern, keberadaan pedagang jamu tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat. Hal itu tampak dari sosok ibu Jami, pedagang jamu yang telah berjualan selama 55 tahun dan kini menetap berjualan di kawasan Taman Dayu, Pasuruan.
Setiap hari, mulai pukul 16.00 hingga 22.00, Ibu Jami setia menata botol-botol jamu racikannya. Ia menjajakan beragam jamu tradisional seperti beras kencur, kunir asem, jamu pahit-pahitan, hingga beragam jamu tradisional lainnya.
“Ibu jual jamu kayak biasanya nduk, ya beras kencur, kunir asem, temulawak, sinom, sirih, brotowali, jamu adukan, dan lain-lain,” ujarnya.
Pelanggan jamu Ibu Jami datang dari berbagai kalangan. Menariknya, banyak anak muda kini mulai gemar mengonsumsi jamu tradisional. “Jaman sekarang banyak anak muda yang suka jamu. Jadi kadang yang beli juga banyak dari anak-anak muda” tambahnya.
Dulunya, Ibu Jami berjualan dengan cara berkeliling. Namun sejak kawasan Taman Dayu dibuka, ia memilih menetap di lokasi tersebut. Hujan pun tidak menyurutkan langkahnya untuk tetap berjualan. Jika cuaca buruk datang, ia memilih berteduh di depan ruko sekitar hingga hujan reda.
Meski bekerja seorang diri, Ibu Jami tetap pulang tanpa bantuan siapa pun. Kini, perempuan yang berasal dari Solo dan tinggal di kawasan Jogonalan ini terus mempertahankan tradisi jamu sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat. Dengan usia berdagang yang tak lagi muda, kehadiran Ibu Jami menjadi potret keteguhan seorang pelaku usaha kecil yang tetap bertahan di tengah perubahan zaman.
Author : Putri Rissyafni Noer.
Fotografer : Putri Rissyafni Noer.






