Portalarjuna.net, Purwosari – Di tepi jalan dekat sebuah SPBU di kawasan Purwosari, tampak seorang pria dewasa mengenakan kostum badut berwarna mencolok. Wajahnya tertutup topeng warna-warni, sementara tangannya sesekali melambai kepada pengendara yang lewat. Pria itu bernama Yudi, seorang badut jalanan yang setiap hari mencari nafkah di bawah terik matahari dan debu jalan raya.
Setiap hari, Yudi memulai aktivitasnya sejak pukul 09.00 pagi hingga sore hari, berpindah dari depan SPBU ke lampu merah atau pinggir jalan yang ramai kendaraan. Ia memilih tempat-tempat itu karena menjadi lokasi paling potensial mendapatkan rezeki dari para pengendara. “Di depan pom biasanya banyak mobil berhenti sebentar, jadi saya bisa ngasih hiburan dikit,” ujarnya sambil tersenyum di balik topeng.
Yudi mengaku sudah menekuni pekerjaan sebagai badut sejak beberapa tahun terakhir. Ia memutuskan menjadi badut jalanan karena sulit memperoleh pekerjaan tetap. Dengan pendapatan yang tidak menentu, ia tetap berusaha bertahan demi keluarganya. “Saya kerja apa aja yang bisa, yang penting halal. Jadi badut begini ya demi anak dan istri di rumah,” tuturnya.
Meski terlihat ceria dengan kostum warna-warni, pekerjaan itu sebenarnya penuh tantangan. Cuaca panas, hujan tiba-tiba, debu jalanan, hingga rasa lelah berdiri lama sering dirasakannya. Namun Yudi mengatakan bahwa ia sudah terbiasa. “Capek pasti, tapi kalau ingat keluarga ya semangat lagi,” katanya.
Menurut Yudi, penghasilan sebagai badut jalanan tidak selalu stabil. Kadang ramai, kadang sepi. Tapi ia tetap bersyukur. “Rezeki itu nggak mesti banyak. Yang penting cukup makan hari itu ya sudah saya syukuri,” tambahnya sambil merapikan tas kecil tempat ia menyimpan uang saweran dari pengendara.
Di akhir percakapan, Yudi menyampaikan harapannya dengan sederhana bukan ingin kaya, hanya ingin tetap kuat bekerja. “Harapan saya cuma sehat. Biar bisa terus kerja dan anak-anak di rumah nggak kekurangan,” ucapnya pelan.
Author: Dimas Eko Prasetiyo







