Pasuruan, Jawa Timur
Rabu, 22 April 2026

Di Kaki Gunung Welirang, Kisah Putri Jawi Tetap Hidup dalam Ingatan Warga

Portalarjuna.net, Prigen – Di lereng Gunung Welirang, di tengah suasana mendung yang syahdu, kisah Putri Jawi tetap hidup dalam ingatan warga yang sering melewati Candi Jawi dan warga sekitarnya, situs bersejarah peninggalan Kerajaan Singasari. Putri Jawi dikenal sebagai putri cantik jelita dan penuh bakti kepada ayahandanya yang seorang raja mengutusnya ke Pasuruan untuk bertemu calon suami yang telah dijodohkan. Selama perjalanan, ia ditemani seorang punggawa bernama Kebo Suwayuwo yang kemudian jatuh cinta padanya. Namun, Putri Jawi tetap setia pada janji dan titah sang ayah, menolak cinta Kebo Suwayuwo yang berujung pada kisah tragis dan penuh tipu muslihat.

Kebo Suwayuwo yang terobsesi melibatkan kekuatan brutal dan membunuh siapa saja yang menghalanginya demi mendapatkan Putri Jawi. Karena banyaknya pertumpahan darah dan sulit ditaklukkan, Putri Jawi memberi tantangan kepada Kebo Suwayuwo: membuat sumur sedalam “lawe ungkel” dalam satu malam. Pada saat Kebo Suwayuwo hampir menyelesaikan tugasnya, pasukan yang dipimpin Putri Jawi mengubur sang punggawa di dalam galian itu. Dari sana, dipercaya asal usul nama Desa Suwayuwo, dan mitos berkembang di sekitar Candi Jawi yang menambah warna pada kisah tersebut.

Selain kisah utama, masyarakat sekitar percaya ada mitos yang melekat erat pada Putri Jawi, seperti kepercayaan bahwa kecantikan seseorang yang melebihi Putri Jawi membawa umur pendek, sakit-sakitan, dan sampai juga bisa meninggal dunia.

Datang ke Candi Jawi pagi itu sekitar pukul setengah sepuluh hari sabtu 03/01/26, saat langit mendung dan suasana udara sejuk dari lereng Gunung Welirang terasa menenangkan. Terasa jelas aura legendaris yang mengisi ruang dan waktu di sekitar candi, menyatu dengan nilai Sapta Pesona yang mengedepankan aspek keamanan, ketertiban, kebersihan, keindahan, keramahan, kesejukan, dan kenangan terhadap sejarah yang luhur. Di tengah kenangan akan Putri Jawi, makna kearifan lokal dan keunikan budaya yang tumbuh di kaki gunung ini semakin terasa mendalam.

Kisah Putri Jawi bukan sekadar dongeng masa lalu, melainkan cermin nilai-nilai kehidupan seperti kesetiaan, keberanian, dan kecerdikan dalam menghadapi tantangan. Konflik batin antara cinta dan kewajiban, serta strategi Putri Jawi dalam mengatasi ancaman menunjukkan kedalaman karakter manusia yang penuh pesona dan pembelajaran. Kisah ini mengingatkan kita untuk selalu memegang teguh prinsip dan bertindak bijaksana dalam menghadapi ujian hidup.

Dalam kenangan dan cerita yang bertahan, Putri Jawi tetap hidup di hati masyarakat kaki Gunung Welirang, menjadi bagian dari warisan budaya yang mempersatukan. Pesan moral yang dapat diambil adalah pentingnya menjaga komitmen pada janji dan kewajiban, serta mengedepankan solusi cerdas tanpa melanggar nilai kemanusiaan. Cerita ini menguatkan rasa kebersamaan dan penghormatan terhadap sejarah, sekaligus menjadi inspirasi dalam melestarikan budaya dan kearifan lokal yang berakar kuat dalam jiwa setiap warga sekitar.

Dengan demikian, cerita Putri Jawi di kaki Gunung Welirang bukan hanya sekadar legenda, tetapi kisah yang hidup dan bernilai, membangun jembatan penghubung antara masa lalu dan masa kini, sehingga menjadi sebuah pelajaran berharga dalam perjalanan kehidupan dan budaya masyarakat setempat. Keindahan candi dan kisah yang mengelilinginya terus mengundang rasa kagum dan refleksi mendalam bagi setiap pengunjung yang datang menyapa warisan agung ini.​

Author: Muhammad Rangga W.H.P

 

 

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial