Portalarjuna.net Purwodadi – Secangkir kopi kini menjadi bagian dari rutinitas harian remaja Generasi Z. Di beberapa wilayah, kebiasaan minum kopi bahkan memiliki istilah tersendiri, seperti kopi pagi yang disebut kopag dan kopi sore yang dikenal dengan sebutan nyore.
Di kawasan persawahan Parelegi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, warung kopi keliling Kopi Ider tampak sederhana namun selalu ramai dikunjungi remaja. Dengan latar hamparan sawah dan pegunungan, kopi pagi (kopag) dan kopi sore (nyore) menjadi momen singkat untuk berkumpul sebelum kembali ke aktivitas masing-masing.
Salah satu yang cukup dikenal di kawasan tersebut adalah warung kopi keliling Kopi Ider. Warung ini hadir mengikuti ritme waktu luang masyarakat. Pada hari Senin hingga Jumat, Kopi Ider melayani kopi sore (nyore) mulai pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Sedangkan pada Sabtu dan Minggu, warung ini membuka kopi pagi (kopag) sejak pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.
Kehadiran Kopi Ider menjadi ruang singgah bagi remaja Generasi Z. Mereka memanfaatkan waktu kopag untuk memulai hari dengan santai, sementara nyore menjadi momen melepas penat setelah menjalani aktivitas.
Salah satu pengunjung, Adit (20), mengatakan bahwa kebiasaan ngopi telah menjadi rutinitasnya. “Kalau pagi di akhir pekan biasanya kopag, kalau sore habis aktivitas ya nyore. Rasanya lebih santai kalau ngopi bareng teman,” ujarnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kopi bagi Generasi Z bukan hanya sekadar minuman, tetapi juga bagian dari gaya hidup dan ruang sosial. Istilah kopag dan nyore mencerminkan bagaimana kopi melekat dalam keseharian remaja.
Melalui kebiasaan kopag dan nyore, remaja Gen Z di Parelegi membangun ruang interaksi sederhana yang dekat dengan kehidupan mereka. Dari warung kopi keliling hingga sudut jalan, secangkir kopi menjadi penghubung antara waktu luang dan aktivitas harian.
Author : Chovivatul ismi









