Portalarjuna.net, Pasuruan – Perayaan HUT Kemerdekaan RI selalu identik dengan semangat kebersamaan dan gotong royong warga di berbagai daerah, tak terkecuali di Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.
Pada tahun ini, semangat tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Wonokoyo Spectacular Carnival 2026 sebuah karnaval yang memadukan unsur budaya, kekompakan masyarakat, serta hiburan sound horeg yang tengah digemari masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia sekaligus menjadi ajang untuk mempererat solidaritas antarpemuda dan masyarakat Desa Wonokoyo.
Pemerintah Desa Wonokoyo bersama Karang Taruna Desa Wonokoyo sukses menggelar acara tersebut pada Sabtu (1/8/2026). Acara bertajuk “Sound, Culture, Unity” ini berlangsung mulai pukul 17.00 WIB hingga 00.00 WIB dini hari, dengan mengusung semangat “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”.
Sebanyak 15 sound system asal berbagai daerah di Jawa Timur turut ambil bagian memeriahkan karnival sekaligus unjuk kebolehan sound horeg dalam gelaran ini, yakni Bilqis Audio, JRE Audio, Sembilan Production, AJT Audio, NGX Audio, Riswanda Audio, Sinar Jago Audio, Sanjaya Audio, Mahardika Pro Audio, K5 Maksimal Audio, Zahra Audio, Bofago Audio, Linggar Jati Audio, Brewog Audio, dan Fresh Fish Audio.
Demi kelancaran dan keamanan acara, penyelenggaraan karnival ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari kepolisian, TNI, Satpol PP, hingga panitia setempat yang turut mengamankan jalannya rute karnival dari kerumunan pengunjung yang membeludak. Panitia mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama kegiatan berlangsung dengan menerapkan rekayasa lalu lintas dan pengalihan arus kendaraan. Langkah tersebut membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan tetap berjalan lancar dan terkendali.
“Kegiatan ini menjadi wujud kekompakan pemuda desa dalam menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia. Alhamdulillah, antusiasme masyarakat pada tahun ini sangat luar biasa, bahkan jumlah pengunjung melebihi perkiraan kami. Kami berharap seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar dari awal hingga selesai. Semoga pada tahun mendatang karnaval ini dapat diselenggarakan dengan lebih meriah dan semakin sukses” ujar Fahmi.
Dampak penyelenggaraan karnaval juga dirasakan oleh masyarakat sekitar. Suasana Desa Wonokoyo menjadi lebih ramai dibandingkan hari-hari biasa. Panitia memperkirakan jumlah pengunjung mencapai lebih dari 5.000 orang. Selain itu, kehadiran pelaku UMKM turut memeriahkan kawasan acara dan memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
Salah seorang warga Desa Wonokoyo, Kholifah, mengaku antusiasme masyarakat tahun ini menunjukkan tingginya minat warga terhadap kegiatan yang mampu mempererat kebersamaan antarwarga. “antusiasme warga yang membludak hingga lebih dari 5.000 pengunjung menjadi bukti bahwa warga setempat rindu dengan acara yang menyatukan seluruh dusun serta kehadiran 2.000 UMKM yang turut memeriahkan karnival ini sekaligus membantu perekonomian warga selama acara berlangsung” Ujar Kholifah Salah satu warga setempat
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi Check Sound yang dilaksanakan pada Jumat (31/7/2026) sebagai tahap persiapan sebelum puncak Karnaval Kemerdekaan digelar pada Sabtu (1/8/2026). Karnaval mengambil titik awal di Masjid Kemiri Wonokoyo, kemudian melintasi Balai Desa Wonokoyo, melewati jembatan tol, dan tiba di panggung kehormatan yang berada tepat di sisi utara jembatan tol. Setelah melewati panggung kehormatan, peserta melanjutkan perjalanan hingga mencapai garis finis yang berlokasi di PT Saritoga Wonokoyo.
Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari Warkop Ngopi Disek Mindi Sidowayah Bangil sebagai official support. Selain itu, penyelenggara juga bekerja sama dengan Karnaval Pasuruan sebagai media partner untuk mendukung publikasi dan penyebarluasan informasi kegiatan.
Author : Nur Nihayatul Ainin









