Program tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pengelolaan limbah peternakan sekaligus upaya mendukung pertanian ramah lingkungan. Melalui kolaborasi ini, limbah kotoran sapi yang sebelumnya kurang termanfaatkan diolah menjadi pupuk organik yang memiliki nilai guna bagi masyarakat.
Proses pembuatan pupuk diawali dengan kerja sama antara mahasiswa KKN dan anggota Kelompok Tani Sidorejo 3. Tahap pertama dilakukan dengan mengambil kotoran sapi langsung dari kandang milik warga. Selanjutnya, kotoran tersebut dipindahkan ke lokasi pengolahan dan dihamparkan secara merata pada area yang telah disiapkan.
Tahapan berikutnya adalah pemberian lapisan daun bambu di atas tumpukan kotoran yang telah diurai. Setelah itu, mahasiswa bersama kelompok tani menyiapkan larutan fermentasi yang terdiri atas campuran tetes tebu sebanyak 200 ml dan EM4 sebanyak 100 ml yang dilarutkan ke dalam 15 liter air. Larutan tersebut kemudian disiramkan secara merata ke seluruh permukaan tumpukan kotoran sambil diaduk agar proses fermentasi berlangsung optimal.
Sebagai tahap selanjutnya, Setelah proses pencampuran selesai, tumpukan bahan ditutup rapat menggunakan terpal dan difermentasi selama kurang lebih 5 hari. Selama masa tersebut, mikroorganisme bekerja menguraikan bahan organik sehingga menghasilkan kompos yang lebih matang. Setelah fermentasi selesai, terpal dibuka dan kompos dijemur di bawah sinar matahari selama kurang lebih 10 hari, atau menyesuaikan kondisi cuaca, sambil dibolak-balik agar proses pengeringan berlangsung merata hingga kadar air berkurang dan pupuk benar-benar siap memasuki tahap pengolahan berikutnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman dan wawasan baru mengenai teknik pembuatan pupuk kompos secara langsung bersama para petani. Selain menjadi sarana pembelajaran di lapangan, kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mengurangi limbah peternakan dan menyediakan alternatif pupuk organik yang lebih ramah lingkungan. Kerja sama yang terjalin antara mahasiswa dan Kelompok Tani Sidorejo 3 diharapkan terus berlanjut sebagai bentuk sinergi dalam mendukung pembangunan sektor pertanian di Desa Tutur.
Author : Muhammad Nafi’ Ridho






