Pasuruan, Jawa Timur
Kamis, 13 Agustus 2026

Membagikan Pupuk Hasil Olahan: Mahasiswa KKN Kelompok 11 Desa Tutur menghasilkan Pupuk dari olahan limbah ternak

Rangkaian kegiatan diawali dengan membuka terpal penutup setelah proses fermentasi selesai. Kompos yang telah matang kemudian dihamparkan di area terbuka dan dijemur di bawah sinar matahari hingga kadar airnya berkurang. Selama proses pengeringan, tumpukan kompos dibolak-balik secara berkala agar kering secara merata dan menghasilkan kualitas pupuk yang lebih baik. Lama penjemuran disesuaikan dengan kondisi cuaca hingga kompos benar-benar siap untuk diproses lebih lanjut.

Setelah kompos dinyatakan kering, tahap berikutnya dilakukan proses penggilingan menggunakan mesin pencacah agar tekstur pupuk menjadi lebih halus dan seragam. Pupuk hasil gilingan kemudian dimasukkan ke dalam karung sebagai kemasan utama sebelum didistribusikan kepada masyarakat. Proses pengemasan dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa KKN bersama anggota Kelompok Tani Sidorejo 3 sehingga seluruh pupuk siap dibagikan kepada warga.

Pembagian pupuk organik mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Tutur. Warga menilai program ini tidak hanya membantu mengurangi penumpukan limbah kotoran sapi yang selama ini menjadi permasalahan di lingkungan peternakan, tetapi juga memberikan alternatif pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi penggunaan pupuk kimia.

Bagi mahasiswa KKN Universitas Yudharta Pasuruan, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam menerapkan ilmu pengetahuan sekaligus belajar secara langsung dari para petani mengenai teknik pengolahan pupuk kompos. Kolaborasi yang terjalin bersama Kelompok Tani Sidorejo 3 memberikan wawasan baru tentang pentingnya pemanfaatan limbah peternakan sebagai sumber daya yang bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi lingkungan.

Melalui program ini, diharapkan sinergi antara mahasiswa KKN Universitas Yudharta Pasuruan Kelompok 11, Kelompok Tani Sidorejo 3, dan masyarakat Desa Tutur dapat terus terjalin dengan baik. Kerja sama tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi pemberdayaan masyarakat yang mendukung terciptanya pertanian berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Tutur.

Author : Muhammad Nafi’ Ridho

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial