Pasuruan, Jawa Timur
Kamis, 6 Agustus 2026

PDB 2026 Dampingi Petani Selok Anyar Tingkatkan Nilai Jual Tebu Lewat Teknologi dan Pelatihan

 

Portalarjuna.net, Lumajang – Upaya meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan tebu di Desa Selok Anyar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, terus dilakukan. Melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) 2026, Universitas Yudharta Pasuruan menghadirkan bantuan teknologi sekaligus pendampingan bagi Kelompok Tani Mandiri agar proses pengolahan tebu menjadi lebih mudah dan bernilai ekonomi lebih tinggi.

Selama ini masyarakat masih mengolah nira tebu secara manual menjadi gula sehingga proses produksi membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar. Untuk membantu mengatasi kendala tersebut, tim PDB menyerahkan tiga Teknologi Tepat Guna (TTG), yaitu mesin pemeras tebu, mesin pemasak nira, dan mesin oven.

Ketua Tim PDB Universitas Yudharta Pasuruan, Dr. Aminullah, menjelaskan bahwa ketiga mesin tersebut dirancang untuk mendukung seluruh tahapan pengolahan tebu, mulai dari proses pemerasan hingga pengolahan menjadi produk siap jual.

*”Tiga teknologi tepat guna yang kami hadirkan mencakup seluruh rangkaian proses, mulai dari mesin pemeras tebu, mesin pemasak nira, dan mesin oven,”* ujarnya, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, teknologi tersebut diharapkan dapat digunakan secara berkelanjutan sehingga proses hilirisasi tebu di Desa Selok Anyar menjadi lebih efisien dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Selain memberikan bantuan alat, Tim PDB juga mendampingi Kelompok Tani Mandiri melalui empat pelatihan, yaitu pembuatan gula semut, produksi gula cair, strategi pemasaran produk tebu, serta pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin.

Dr. Any Urwatul Wusko, M.AB., yang juga menjabat Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Yudharta Pasuruan, mengatakan peningkatan produksi harus diimbangi dengan pemasaran yang baik agar produk olahan tebu mampu bersaing di pasar.

*”Peningkatan kapasitas produksi ini perlu diiringi dengan penguatan strategi pemasaran agar produk gula dari Selok Anyar dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan memiliki nilai jual yang semakin baik,”* katanya.

Program ini juga melibatkan Tim Penggerak PKK Desa Selok Anyar sebagai mitra. Mereka mendapat pelatihan mengenai branding, desain kemasan produk, serta penguatan peran PKK dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kepala Desa Selok Anyar, Nurasim, menyambut baik program tersebut. Ia menilai bantuan teknologi menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi tebu yang dimiliki desa.

*”Kami menyambut baik kehadiran teknologi ini. Kami berharap seluruh peralatan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan karena selama ini keterbatasan teknologi menjadi salah satu kebutuhan yang cukup mendesak dalam mendukung hilirisasi tebu di desa kami,”* ujarnya.

Tim PDB Universitas Yudharta Pasuruan terdiri atas Dr. Aminullah, Dr. Any Urwatul Wusko, M.AB., Dr. Hapsari Titi Palupi, S.TP., M.P., dan Elka Faizal, S.T., M.T. Tim ini memiliki keahlian di bidang pemberdayaan masyarakat, manajemen dan pemasaran, teknologi pangan, serta rancang bangun mesin produksi.

Program PDB 2026 didukung pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Melalui program ini, Universitas Yudharta Pasuruan berharap Desa Selok Anyar mampu mengembangkan komoditas tebu menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah sehingga dapat memperkuat perekonomian masyarakat.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial