Pasuruan, Jawa Timur
Selasa, 6 Oktober 2026

Dari Buah Nanas Jadi Buah Tangan Berkualitas, Universitas Kadiri Dampingi Kopertan Langgeng Mulyo Bertransformasi.

Portalarjuna.net, Kediri — [18/september/2026] Nanas, komoditas andalan Kecamatan Ngancar, kini dirancang tak lagi dijual sebagai buah segar semata. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Universitas Kadiri bersama Koperasi Pertanian (Kopertan) Langgeng Mulyo mendorong transformasi usaha: mengolah nanas menjadi produk bernilai tambah yang layak dijadikan buah tangan.

Kegiatan bertajuk “Transformasi Bisnis Berkelanjutan Koperasi Langgeng Mulyo: Inovasi Zero Waste Limbah Nanas dan Digitalisasi Rantai Nilai di Kediri.” Kegiatan ini di danai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Dalam skema “Program Pengabdian kepada Masyarakat” pada tahun pendanaan 2026 .

Rangkaian kegiatan digelar di dua lokasi yaitu di rumah salah satu kelompok tani yang di motori Bapak Nanda. Beliau merupakan salah satu pengusaha suplier nanas kupas dan lokasi kedua di aula rest area dan swalayan Kopertan Langgeng Mulyo, Desa Ngancar, Kecamatan Ngancar. Peserta terdiri dari pengurus dan anggota koperasi, karang taruna Desa Ngancar, warga sekitar, serta perwakilan kelompok tani binaan Kopertan Langgeng Mulyo di Kecamatan Ngancar.

Dibuka Ketua Koperasi

Acara dibuka dan disambut langsung Ketua Kopertan Langgeng Mulyo, Basuki. Rangkaian acara dilanjutkan pengantar dari ketua tim pelaksana pengabdian masyarakat, [Bapak Rochmad Krissanjaaya , S.Si., M.Si], yang sekaligus memberikan arahan teknis jalannya kegiatan.

Uji Coba Mesin Vacuum Frying

Agenda inti adalah uji fungsi dan pelatihan penggunaan mesin teknologi tepat guna (TTG) berupa penggorengan vakum (vacuum frying). Mesin ini dipakai untuk menggoreng buah nanas, komoditas lokal Ngancar, sehingga menghasilkan keripik buah.

Peserta tidak hanya menyimak, tetapi langsung praktik. Materi mencakup prinsip kerja mesin, cara pengoperasian, hingga kiat memperoleh hasil terbaik. Untuk nanas, proses penggorengan membutuhkan waktu sekitar dua jam.

Aneka Olahan makanan dan minuman berbasis nanas dan pembauatan Ecoenzyme dari Limbah kulit nanas.

Selama menunggu proses penggorengan, peserta dilatih membuat beragam olahan nanas, yakni sirup, minuman sari nanas, permen nanas, puding nanas, dan manisan nanas dan beberapa olahan lainnya.

Peserta juga mengikuti workshop pemanfaatan limbah nanas menjadi ecoenzyme. Kulit nanas menjadi bahan utamanya. Panitia menyiapkan ecoenzyme yang telah difermentasi tiga bulan sebelumnya bersama salah satu kelompok tani binaan Kopertan Langgeng Mulyo. Ecoenzyme tersebut kemudian dipraktikkan menjadi pembersih lantai yang memanfaatkan ecoenzyme sebagai desinfektan.

Pemateri, Rochmad Krissanjaya, mengapresiasi keaktifan peserta yang antusias berdiskusi selama sesi berlangsung.

Pemasaran Digital dan Penguatan Merek

Usai sesi produksi, kegiatan berpindah ke aula lantai atas rest area untuk pelatihan pemasaran digital oleh bapak Tontowi Jauhari, S.E ., MM. Materi disampaikan lewat presentasi dan tanya jawab, mencakup pemasaran melalui media daring, media sosial, dan toko online. Peserta juga didampingi dalam pengelolaan laman web yang telah dibuatkan tim pengabdian.

Sementara sebagian olahan nanas rampung, kegiatan dilanjutkan pelatihan penguatan branding oleh Bapak Reksa Nanda Proyoga, anggota tim pengabdian dari Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian. Peserta tampak antusias menerima teori dan mencoba mempraktikkannya.

Ditutup dengan Kebersamaan

Seluruh rangkaian berjalan lancar. Kegiatan ditutup dengan foto bersama, ramah tamah, dan makan siang bersama.

Melalui program ini, pendampingan diharapkan membuka jalan bagi Kopertan Langgeng Mulyo dan petani binaannya untuk memperkuat rantai nilai nanas, dari kebun hingga menjadi oleh-oleh khas Ngancar yang berdaya saing. Sebagai penutup bapak Basuki selaku ketua Koperasi mengucapkan terimakasih atas kerjasama dan kolaborasinya semoga bisa berkelanjutan dan bermanfaat untuk anggota koperasi secara khusus dan warga masyarakat kecamatan ngancar pada umumnya. Kegiatan ini telah mendapat dukungan hibah DPPM skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat tahun 2026 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Author: Rochmad

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial